Hingga hari ketiga atau H+3 pasca-Lebaran 2026, satu dari beberapa objek wisata di Kota Beriman ini berhasil menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp232.955.000 dari total 12.013 wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma mengungkapkan, capaian tersebut merupakan akumulasi kunjungan sejak 21 hingga 23 Maret lalu.
Lonjakan pengunjung mulai terlihat sejak hari kedua libur Lebaran. Pada Sabtu (21/3/2026), jumlah wisatawan tercatat 1.003 orang dengan pendapatan Rp22.485.000. Angka tersebut kemudian melonjak pada Minggu (22/3/2026) lalu menjadi 5.227 pengunjung dengan pendapatan Rp113.825.000.
Peningkatan kembali terjadi pada Senin (23/3/2026) kemarin dengan jumlah kunjungan mencapai 5.783 orang dan menghasilkan pendapatan Rp96.645.000. Pada hari ketiga ini juga tercatat dua wisatawan mancanegara turut berkunjung.
Menurut Ratih, pola peningkatan kunjungan setelah hari pertama Lebaran merupakan tren tahunan yang kerap terjadi di Pantai Manggar. “Biasanya memang terjadi peningkatan setelah hari pertama Lebaran, dan itu kembali terlihat tahun ini,” jelas Ratih kepada Korankaltim.com Selasa (24/3/2026).
Jumlah kunjungan masih berpotensi bertambah seiring masih berlangsungnya masa libur panjang, termasuk cuti bersama dan libur sekolah. “Potensinya masih terus meningkat hingga akhir pekan, bahkan bisa sampai 27 Maret pekan depan,” paparnya.
Tingginya animo masyarakat menegaskan posisi Pantai Manggar sebagai destinasi unggulan wisata keluarga, baik bagi warga lokal maupun pengunjung dari luar daerah.
Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, Disparpora Balikpapan telah menyiapkan berbagai langkah, seperti pengaturan arus kendaraan dan peningkatan pengawasan di area wisata. “Kami pastikan kenyamanan, keamanan, dan kebersihan tetap terjaga selama libur Lebaran,” tegas Ratih.
Kedepan pemerintah kota melalui Disparpora akan terus melakukan pembenahan fasilitas serta peningkatan layanan guna mengoptimalkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD. “Harapannya, kunjungan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi pendapatan daerah,” tutup Ratih.
Editor: Aspian Nur