Menurutnya, Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan tahunan, tetapi juga sebagai momentum evaluasi diri bagi masyarakat, khususnya dalam mempertahankan ketakwaan dan kepedulian sosial yang telah dibangun selama Ramadan.
Ia menegaskan bahwa semangat ibadah dan kedisiplinan yang terbentuk selama bulan suci perlu terus dijaga.
“Ramadan telah melatih kita untuk istiqamah. Nilai itu seharusnya tetap berlanjut, tidak berhenti setelah Ramadan berakhir,” ujarnya saat menghadiri pelaksanaan salat Idulfitri di Lapangan Merdeka Balikpapan, Sabtu (21/3/2026).
Selain aspek spiritual, ia juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Menurutnya, keharmonisan antarwarga, termasuk lintas agama, menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam bidang sosial, pemerintah mencatat adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan berbagi selama Ramadan.
Realisasi zakat di Balikpapan pada 2025 mencapai Rp8,93 miliar dari target Rp12,98 miliar. Sementara itu, pada 2026 ditargetkan meningkat menjadi Rp15 miliar.
Di sisi pembangunan, pemerintah tetap melanjutkan sejumlah program prioritas, di antaranya penataan Pasar Inpres Kebun Sayur sebagai pusat UMKM, peningkatan layanan distribusi air bersih, serta penguatan infrastruktur kota.
Aspek strategis lain yang turut menjadi perhatian adalah keamanan operasional Kilang Pertamina Balikpapan sebagai bagian dari penopang energi nasional.
Pengembangan transportasi perkotaan juga terus dikaji, termasuk rencana penerapan sistem Bus Rapid Transit (BRT) guna meningkatkan konektivitas.
Selain itu, pemerintah memperkuat sistem drainase untuk mitigasi banjir, melakukan revitalisasi ruang publik, serta menyesuaikan kebijakan fiskal daerah dalam APBD 2026.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam merayakan Idulfitri, terutama dalam pola konsumsi dan pengelolaan sampah. Kebiasaan sederhana seperti tidak berlebihan dalam berbelanja serta menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi bagian penting dari tanggung jawab bersama.
“Ambil makanan secukupnya, habiskan, dan kelola sampah dengan baik,” katanya.
Sementara itu, dalam tausiah Idulfitri, Slyech Fikri Troriq mengingatkan keberhasilan sejati tidak diukur dari materi, melainkan dari keberkahan hidup yang diperoleh melalui ketakwaan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama.
“Terutama berbakti kepada orang tua, sebagai bagian dari upaya meraih ridha Allah SWT,” tandasnya.
Perayaan Idulfitri di Balikpapan tahun ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan nilai-nilai kebaikan pasca-Ramadan menjadi kunci dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Editor: Erwin