Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy menyatakan, kawasan pusat perbelanjaan yakni Balikpapan Super Block (BSB) hingga Jalan MT Haryono menjadi satu diantara titik yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi.
“Dari hasil analisa kami, kawasan BSB mulai dari pertigaan hingga arah Stalkuda sampai ke MT Haryono berpotensi terjadi kemacetan cukup parah. Karena itu kami siapkan rekayasa lalu lintas,” ujar Jerrold kepada Korankaltim.com hari ini.
Rekayasa tersebut telah disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk kemungkinan penutupan sejumlah akses putar balik (U-turn) di waktu-waktu tertentu guna mengurai antrean kendaraan.
“Kami harapkan masyarakat bisa memahami dan bersabar apabila ada penutupan jalan atau perubahan arus lalu lintas,” katanya.
Selain rekayasa lalu lintas, Polresta Balikpapan juga mengerahkan 609 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait dalam rangka Operasi Ketupat yang telah dimulai sejak 13 Maret lalu.
Ratusan personel tersebut disiagakan di tiga pos pengamanan, masing-masing di Plaza Balikpapan, BSB dan Manggar. Selain itu, sejumlah pos terpadu juga didirikan di titik-titik strategis seperti Pelabuhan Kariangau, Terminal Batu Ampar, Pelabuhan Semayang, serta Bandara Sepinggan. Adapun pos pantau bersifat fleksibel dan dapat berpindah sesuai kondisi di lapangan apabila terjadi penumpukan kendaraan.
Potensi kemacetan tidak hanya dipicu tingginya mobilitas masyarakat, tetapi juga faktor cuaca. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap sabar jika terjadi antrean akibat genangan. Petugas akan segera turun untuk mengurai kepadatan,” papar Jerrold.
Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga ketertiban saat merayakan malam takbiran, khususnya dalam berlalu lintas. Penggunaan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, seperti knalpot bising, kendaraan dengan muatan berlebih, hingga membawa penumpang di luar kapasitas, diminta untuk dihindari karena berpotensi membahayakan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas bersama, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegas Jerrold.
Editor: Aspian Nur