Pesan tersebut disampaikan dalam pelaksanaan salat Ied yang berlangsung di halaman Bank Bukopin Balikpapan, Jumat (20/3/2026) pagi tadi.
Dalam sambutan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud yang dibacakan Sekretaris Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Balikpapan Prisko Harmadi menyebutkan pentingnya Idulfitri sebagai titik balik peningkatan kualitas diri dan ketakwaan.
“Anugerah ini hendaknya disyukuri dengan tekad kuat untuk menjadi insan yang lebih baik, serta menjadikan sisa umur kita bernilai dan bermanfaat bagi sesama,” ujar Rahmad dalam sambutan tertulisnya.
Masyarakat yang telah mengisi bulan Ramadan dengan berbagai kegiatan berbagi mendapat apresiasi dan semangat gotong royong tersebut perlu terus dipertahankan, termasuk dengan meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat.
Pemkot mencatat realisasi zakat pada 2025 mencapai Rp8,93 Miliar dari target Rp12,98 Miliar sementara pada 2026, target penghimpunan zakat ditingkatkan menjadi Rp15 Miliar. “Mudah-mudahan kita semua tergerak untuk menunaikan zakat sebagai kewajiban seorang Muslim,” harapnya.
Selain itu, Rahmad juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang tengah dan akan dijalankan, seperti revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur menjadi pusat UMKM, perluasan layanan air bersih, serta pengembangan konektivitas transportasi melalui kajian bus rapid transit (BRT).
Dalam kesempatan tersebut Rahmad mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, terutama dengan menghindari pemborosan dan mengurangi sampah selama perayaan Idulfitri.
“Saya mengajak masyarakat merayakan Idulfitri secara bijak, menghindari hal mubazir serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” pintanya.
Salat Ied tadi pagi dipimpin Ustaz Akhmad Saifullah sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah menjaga ketakwaan pasca-Ramadan serta mempererat ukhuwah Islamiyah.
Prisko Harmadi menyebutkan, pelaksanaan salat Ied juga digelar di sejumlah titik lain seperti Manggar, Kampung Baru, Gunung Kawi dan Pangeran Antasari. Total jamaah diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang dengan sekitar 3.000 jamaah berada di lokasi utama.
Tema Idulfitri tahun ini menekankan pentingnya persatuan umat di tengah perbedaan, termasuk dalam metode penentuan hari raya. “Tetap jaga silaturahmi dan harmonisasi meskipun ada perbedaan metode seperti hisab dan rukyat,” ujar Prisko.
Editor: Aspian Nur