Program ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi menjelang Lebaran.
Program mudik gratis tersebut merupakan kolaborasi sejumlah badan usaha milik negara, yakni PT PELNI (Persero), PLN, Telkomsel, dan Askrindo. Dari total kuota yang tersedia, PELNI menyediakan 445 tiket, PLN 530 tiket, Telkomsel 200 tiket, dan Askrindo 55 tiket bagi masyarakat yang hendak mudik.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati mengatakan, program ini merupakan bentuk kontribusi BUMN dalam membantu mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Rute Balikpapan–Surabaya dipilih karena tingginya jumlah pekerja asal Pulau Jawa yang bekerja di Kalimantan Timur dan kembali ke daerah asal saat momen Lebaran. “Program mudik gratis ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang aman dan nyaman,” sebut Anik.
Program mudik gratis tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PELNI yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Program Mudik Bersama BUMN sendiri telah berjalan sejak 2022.
Pada tahun pertama pelaksanaannya, PELNI menyediakan empat unit bus mudik gratis dengan sejumlah rute dari Jakarta menuju beberapa kota di Pulau Jawa dan Sumatera. Pada 2023 program mulai menggunakan moda transportasi laut dengan kuota sekitar 300 penumpang.
Program tersebut terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2024 PELNI menyediakan 300 tiket mudik gratis untuk rute Balikpapan–Surabaya, sementara pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 500 tiket untuk rute Sampit–Semarang.
Selain rute Balikpapan–Surabaya, program Mudik Gratis BUMN 2026 juga dilaksanakan di sejumlah rute lain di Indonesia, di antaranya Kumai–Semarang, Pontianak–Surabaya, Jakarta–Ambon, serta beberapa rute pelayaran di wilayah Papua.
Saat ini PT PELNI (Persero) mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas pelayaran dan menyinggahi 75 pelabuhan di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, PELNI juga mengoperasikan kapal perintis yang melayani ratusan rute di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar guna mendukung mobilitas masyarakat.
Sementara Kepala Cabang PELNI Balikpapan, Ridwan Mandaliko, menyebutkan total penumpang yang berlayar menggunakan KM Dorolonda pada hari tersebut mencapai 2.512 orang. “Sebanyak 1.230 di antaranya merupakan peserta mudik gratis, sementara 1.282 lainnya adalah penumpang reguler,” jelas Ridwan.
Puncak arus mudik melalui Pelabuhan Semayang Balikpapan diperkirakan terjadi pada 18 Maret. Tujuan perjalanan yang paling banyak diminati pemudik dari Balikpapan adalah Surabaya dan Parepare.
Slamet Nurul Islani, penumpang mudik gratis warga Samarinda mengaku bersyukur bisa mendapatkan kesempatan pulang kampung melalui program tersebut. Ia berangkat bersama tiga anggota keluarganya setelah berhasil memperoleh tiket melalui pendaftaran daring. Meski sempat mengalami kendala saat proses pendaftaran, ia mengaku tetap senang karena dapat mengikuti program tersebut. “Alhamdulillah bisa ikut. Ini pertama kali saya dapat mudik gratis. Sangat membantu karena kami berangkat satu keluarga,” kata Slamet.
Program mudik gratis seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi para perantau yang ingin pulang ke kampung halaman namun memiliki keterbatasan biaya perjalanan.
Diharapkan program serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dengan kuota yang lebih besar agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya.
Editor: Aspian Nur