Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Maret masih menjadi periode puncak curah hujan di wilayah tersebut, sehingga potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi hingga akhir bulan.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Nalikpapan, Djoko Sumardiono, mengatakan berdasarkan pemantauan stasiun yang ia komandoi, intensitas hujan di Kaltim masih relatif tinggi pada dasarian ketiga Maret.
“Untuk bulan Maret ini memang masih termasuk puncak-puncaknya curah hujan. Artinya sampai akhir bulan potensi hujannya masih cukup banyak,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Jumat (13/3/2026).
Menurut Djoko, pola hujan yang terjadi umumnya muncul pada siang hingga sore hari dan kerap disertai petir serta kilat. Kondisi tersebut merupakan ciri umum cuaca pada masa peralihan menuju musim kemarau. Dia menegaskan, potensi curah hujan tinggi tidak hanya terjadi di Balikpapan, tetapi juga di sejumlah wilayah lain di Kalimantan Timur seperti Samarinda dan Berau.
Selain potensi hujan, BMKG juga memantau fenomena bulan baru yang diperkirakan terjadi pada 19 hingga 22 Maret mendatang. Fenomena tersebut dapat memicu kenaikan pasang air laut di sejumlah wilayah pesisir.
“Mudah-mudahan pada periode itu tidak berbarengan dengan hujan lebat, karena kalau terjadi bersamaan dikhawatirkan bisa menimbulkan banjir rob,” jelasnya.
Berdasarkan pemantauan BMKG, tinggi pasang air laut diperkirakan cukup signifikan di beberapa wilayah pesisir Kalimantan Timur. Bahkan di pesisir Berau diperkirakan mencapai sekitar 2,8 meter. “Sementara di Balikpapan sendiri sekitar 2,4 meter,” imbuh Djoko.
Ia mengemukakan, tingginya pasang air laut tersebut dipengaruhi posisi bulan yang relatif lebih dekat dengan bumi saat fase bulan baru, sehingga meningkatkan gaya tarik gravitasi terhadap massa air laut.
Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama masa mudik dan libur Lebaran.
Kepala Kantor SAR Balikpapan, Dody Setiawan, mengatakan musim hujan yang masih berlangsung menjadi perhatian dalam pengamanan Lebaran tahun ini.
“Kalau kita lihat di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan memang ada potensi banjir saat hujan deras, tetapi biasanya sifatnya situasional saja,” katanya.
Selain banjir, Basarnas juga mengantisipasi potensi tanah longsor di sejumlah wilayah, terutama di Samarinda yang memiliki banyak kawasan perbukitan.
“Kami menyiapkan personel yang memang disiapkan untuk penanganan banjir maupun tanah longsor,” tutupnya.
Editor: Erwin