Lonjakan penumpang diperkirakan mulai terlihat sejak 12 Maret dan mencapai puncaknya pada 17 hingga 18 Maret, serta kembali meningkat pada 19 Maret menjelang Idulfitri.
Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan Ridwan Mandaliko mengatakan, meningkatnya mobilitas penumpang pada periode Lebaran tahun ini turut dipengaruhi adanya stimulus dari pemerintah berupa potongan harga tiket kapal.
“Tahun ini dari pemerintah yang memberikan penugasan kepada PT Pelni, kami ada stimulus diskon tiket 30 persen untuk angkutan Lebaran. Ini meningkat dari angkutan Nataru kemarin yang hanya 20 persen,” ujarnya dalam jumpa pers yang digelar, Rabu (11/3/2026).
Menurut Ridwan, program diskon tiket tersebut berlaku untuk seluruh rute kapal Pelni di berbagai pelabuhan tujuan di Indonesia sehingga diperkirakan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi laut untuk mudik.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Pelni juga menambah jumlah armada yang melayani rute dari Balikpapan. Jika sebelumnya hanya tersedia tiga kapal reguler, kini ditambah dua kapal sehingga total menjadi lima armada.
“Untuk kapal reguler ada tiga armada. Namun karena melihat okupansi penumpang sangat tinggi, kami menambah dua kapal. Jadi totalnya ada lima kapal,” jelasnya.
Selain menambah armada, Pelni juga meningkatkan frekuensi pelayaran untuk rute yang diprediksi menjadi jalur terpadat selama arus mudik.
Rute Balikpapan–Surabaya disebut menjadi tujuan paling diminati pemudik. Jika pada hari normal hanya terdapat dua jadwal pelayaran, selama periode mudik jumlahnya ditambah menjadi tujuh kali keberangkatan.
Ridwan menambahkan, pihaknya memprediksi jumlah penumpang pada angkutan Lebaran tahun ini meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan juga memberikan dispensasi kapasitas penumpang kapal berkisar antara 40 hingga 42 persen dari kapasitas maksimal kapal untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran.
Editor: Erwin