Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Yudhi Saharuddin, mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari strategi jangka menengah dan panjang perusahaan dalam mengejar target layanan menyeluruh.
“Alhamdulillah, kami terus berupaya keras agar seluruh masyarakat Kota Balikpapan bisa segera teraliri air bersih secara penuh. Salah satu opsi yang sedang kami dorong adalah optimalisasi Waduk Sungai Wain sebagai sumber air baku tambahan,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Menurut Yudhi, peningkatan kebutuhan air bersih dipicu pertumbuhan penduduk, ekspansi kawasan industri, serta dampak pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Dalam pengembangannya, PTMB membuka peluang kolaborasi dengan PT Pertamina (Persero) yang selama ini memanfaatkan air dari kawasan Sungai Wain untuk operasional industri.
PTMB mengusulkan pengolahan air dilakukan secara bersama dengan pembagian peruntukan yang proporsional antara kebutuhan industri dan masyarakat.
“Kami berdiskusi kemungkinan kerja sama dengan Pertamina. Harapannya, air Sungai Wain bisa diolah bersama. Untuk kebutuhan industri, kami mendorong penggunaan teknologi desalinasi, sehingga air baku dari Sungai Wain bisa lebih difokuskan untuk masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai, penerapan desalinasi untuk pelanggan rumah tangga akan berdampak pada kenaikan tarif karena tingginya biaya produksi.
“Kalau desalinasi dibebankan ke masyarakat, tentu impact harganya akan tinggi. Itu yang ingin kami hindari. Karena itu, opsi desalinasi lebih tepat untuk industri besar,” paparnya.
Selain Sungai Wain, PTMB menyiapkan sejumlah proyek lain untuk memperkuat sistem penyediaan air minum (SPAM). Pada tahap menengah, pengembangan sumber air di Bendungan Teritip dan optimalisasi instalasi eksisting ditargetkan mulai berjalan tahun depan. Sementara proyek di Sepaku masih dalam evaluasi lanjutan.
Untuk jangka panjang, perusahaan telah memasuki tahap studi kelayakan (feasibility study) pengembangan sumber air baru, termasuk perencanaan distribusi dan integrasi jaringan.
PTMB juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui dinas pekerjaan umum guna mendukung pengembangan SPAM regional, khususnya dalam menopang kebutuhan air Balikpapan sebagai daerah penyangga IKN.
“Saya ingin memastikan bahwa pada 2029–2030, saat IKN sudah berjalan penuh, tidak ada lagi persoalan air bersih di Kota Balikpapan,” tegasnya.
Di tengah berbagai rencana tersebut, PTMB mengakui masih terdapat wilayah yang belum terlayani optimal. Penambahan jaringan baru, kata Yudhi, kerap memengaruhi tekanan air di kawasan lain.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat yang mungkin masih belum terlayani dengan baik. Insya Allah, kami terus berupaya meningkatkan layanan dan pemerataan distribusi air,” katanya.
Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga prinsip keadilan dalam distribusi air bersih. “Kami ingin pembagian air ini adil untuk seluruh masyarakat. Itu yang menjadi komitmen kami,” pungkasnya.
Editor: Erwin