Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susteyo dalam kegiatan “Ramadan Berbagi Meraih Harmoni Menuju Kota Global bersama Lansia SMART” di Hotel Blue Sky, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini digelar Pemkot Balikpapan bersama Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan dan manajemen hotel tersebut.
Bagus menekankan bahwa, pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi, tetapi juga pada kualitas kehidupan sosial, termasuk perhatian terhadap kelompok lansia.
Menurutnya, konsep Lansia SMART Sehat, Mandiri, Aktif, Religius, dan Terampil selaras dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Ia menyebut, lansia merupakan bagian penting dari perjalanan dan fondasi moral Kota Balikpapan.
“Kota yang maju bukan hanya dilihat dari infrastruktur yang megah, tetapi dari bagaimana masyarakatnya saling peduli. Lansia telah berjasa membangun kota ini, sehingga sudah sepatutnya kita memuliakan dan memberdayakan mereka,” ujarnya.
Bagus juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan sektor swasta dalam menghadirkan program sosial yang berdampak nyata. Sinergi tersebut, kata dia, menjadi modal sosial dalam menjaga harmoni dan stabilitas daerah, terutama di bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan silaturahmi, tetapi juga penyerahan bantuan dan program pemberdayaan bagi lansia. Pemkot Balikpapan berharap program serupa dapat terus berlanjut di luar Ramadan sebagai bagian dari pembinaan berkesinambungan.
Bagus menambahkan, Ramadan hendaknya menjadi momentum refleksi untuk memperkuat empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen kota untuk menjadikan nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota global yang humanis dan berkeadilan.
“Semoga kebersamaan dan kepedulian yang kita bangun hari ini membawa keberkahan bagi keluarga dan Kota Balikpapan,” pungkasnya.
Editor: Erwin