Pantau Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok, Polda Kaltim Tegaskan Penindakan untuk Spekulan
2 menit baca0 kali dibaca

2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sidak kali ini digelar di Pasar Tradisional Pandansari, Kecamatan Balikpapan Barat, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kaltim itu memantau harga daging sapi, cabai, beras, hingga daging ayam, yang tercatat mengalami kenaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Aparat juga menemukan stok minyak goreng merek Minyakita terbatas di beberapa lapak pedagang.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas, menegaskan bahwa hasil sidak ini akan segera ditindaklanjuti bersama instansi terkait sebagai langkah pengendalian harga.
“Nantinya hasil dari sidak dan mitigasi hari ini akan kami tindak lanjuti dengan menggelar pasar murah untuk mengintervensi harga bahan pangan yang mengalami kenaikan,” ujarnya.
Yugo mengemukakan, pengawasan terhadap distribusi dan pergerakan harga pangan sebenarnya telah dilakukan bahkan sebelum Ramadan dimulai. Satgas Pangan Polda Kaltim telah bergerak melakukan pemantauan di sejumlah kabupaten/kota.
“Sebenarnya kami sudah melakukan pemantauan bahkan sebelum memasuki Ramadan. Pemantauan oleh Satgas Pangan Polda Kaltim juga mendapat pendampingan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI,” tegasnya.
Pemantauan tersebut dilakukan di Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, Berau, Mahakam Ulu hingga Kutai Barat guna memitigasi komoditas yang berpotensi mengalami lonjakan. Dalam proses itu, sempat ditemukan kekosongan Minyakita di pasaran.
Kondisi itu kemudian direspons melalui penyaluran kembali Minyakita dan beras medium oleh Perum Bulog dengan mekanisme distribusi melalui Bapanas. Pendampingan Bapanas disebut akan terus dilakukan hingga mendekati Idulfitri.
Lanjut Yugo, terkait dugaan praktik spekulasi, Bambang menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman. Namun ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara menimbun barang.
“Kami masih melakukan penelitian atau penyelidikan. Kami juga memperingatkan kepada para spekulan bahwa kami akan menindak tegas dan terukur apabila terbukti melakukan penimbunan untuk menaikkan harga menjelang Hari Raya Idulfitri,” pungkasnya.
Editor: Erwin

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG