DPRD Balikpapan Dorong Kolaborasi OPD untuk Wujudkan Kota Ramah Anak
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat sebagai Kota Layak Anak dan Kota Ramah Anak.
Penghargaan ini menjadi bukti komitmen pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan yang mendukung hak-hak anak.
Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi, menyatakan bahwa meskipun kota telah menerima penghargaan tersebut, keberhasilan dalam mewujudkan Kota Layak Anak yang sesungguhnya membutuhkan dukungan nyata dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurutnya, anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) sebagai pengampu kebijakan ini masih terbatas.
Oleh karena itu, diperlukan sinergi dengan OPD lain untuk mewujudkan program ini secara lebih komprehensif.
“Penghargaan yang kita terima ini harus menjadi pemicu semangat dalam pembangunan kota, tidak hanya oleh DP3AKB, tetapi oleh seluruh OPD. Misalnya, Dinas Pendidikan yang harus memastikan fasilitas pendidikan ramah anak, Dinas Kesehatan dengan layanan yang mendukung tumbuh kembang anak, serta Dinas Pekerjaan Umum yang harus menghadirkan ruang terbuka hijau dan fasilitas publik yang ramah anak,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Salah satu contoh konkret yang disebutkan Iwan adalah beberapa waktu lalu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, meresmikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Taman Bekapai.
Taman ini, yang dilengkapi dengan ruang literasi, menjadi simbol bahwa kota Balikpapan sudah mulai mengintegrasikan kebutuhan anak dalam perencanaan kota.
Iwan menambahkan, kebijakan ini harus terimplementasi dalam berbagai sektor pembangunan, seperti penyediaan ruang bermain anak dan tempat menyusui di gedung-gedung publik, seperti rumah sakit, bank, atau fasilitas pelayanan publik lainnya.
Menurutnya, hal ini telah dituangkan dalam Peraturan Kepala Daerah yang mengatur fasilitas publik yang ramah anak.
“Setiap pembangunan gedung dan fasilitas umum harus memperhatikan keberadaan ruang untuk anak, baik untuk bermain maupun tempat menyusui. Ini harus menjadi perhatian utama agar rencana strategi kebijakan kota Balikpapan benar-benar mendukung terciptanya Kota Layak Anak,” kata Iwan.
Dengan adanya kebijakan yang terintegrasi dan dukungan seluruh OPD, Iwan optimistis Balikpapan akan mampu menciptakan generasi masa depan yang lebih baik dan berkualitas.
“Anak-anak adalah masa depan kita, dan mereka berhak untuk tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan mereka,” pungkasnya.
Editor: Erwin










