Dari 32 lapak yang berjejer, hampir seluruhnya menjual menu yang sama, yakni sosis solo. Kudapan berbahan dasar dadar tipis berisi tumisan daging tersebut menjadi primadona setiap sore. Harganya relatif terjangkau, berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per buah.
“Yang paling banyak diminati itu sosis solo. Biasanya paling cepat habis sebelum azan,” ujar Ria, pemilik salah satu lapak kue tradisional di Pasar Ramadan Ruko Bandar, Jumat (20/2).
Ria mengaku sudah dua tahun terakhir berjualan di lokasi tersebut. Tahun ini, menurutnya, antusiasme masyarakat terasa lebih tinggi dibanding Ramadan sebelumnya.
“Tahun kemarin juga jualan di sini. Kalau sekarang lebih ramai, Alhamdulillah. Masyarakat pasangan Ramadan ini ramai terus,” tuturnya sambil melayani pembeli.
Di lapaknya, Ria tak hanya menjual sosis solo, tetapi juga aneka kue tradisional seperti bakwan, risol, dan aneka gorengan. Namun tetap saja, sosis solo menjadi incaran utama pembeli.
“Kalau yang ini (sosis solo) datang kemarin juga jualan, sekarang tetap yang paling laris,” katanya.
Pasar Ramadan Ruko Bandar sendiri beroperasi setiap hari selama bulan suci. Untuk bisa berjualan, pedagang dikenakan biaya sewa lapak sebesar Rp850 ribu selama satu bulan penuh.
Bendahara Satgas Bersinar Balikpapan Kota, Ali, mengatakan pengawasan dilakukan secara rutin demi menjaga ketertiban dan keamanan kawasan pasar.
“Pengawasan tidak hanya saat jam operasional, tapi juga sampai malam hari. Kami ingin memastikan pengunjung nyaman dan pedagang tertib,” jelasnya.
Hingga menjelang berbuka, arus pengunjung masih terus berdatangan. Beberapa pembeli bahkan harus mengantre demi mendapatkan sosis solo yang kerap ludes lebih cepat.
“Belum azan saja sudah hampir habis. Jadi kalau mau dapat, harus datang lebih awal,” ujar salah satu pengunjung sambil tersenyum.
Ramainya Pasar Ramadan Ruko Bandar menjadi penanda bahwa tradisi berburu takjil tetap hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari suasana Ramadan di Kota Balikpapan.
Editor: Erwin