Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan pihaknya secara aktif mendorong agar Pertamina memberikan prioritas kepada putra-putri daerah, terutama warga Balikpapan dan Kalimantan Timur (Kaltim), dalam setiap proses rekrutmen tenaga kerja.
“Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina. Kami juga meminta agar perusahaan memberikan pelatihan dan pemagangan kepada warga Kota Balikpapan,” ujarnya Minggu (15/2/2026).
Terkait rekrutmen pasca peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP), Disnaker mengaku belum menerima informasi terbaru mengenai jumlah tenaga kerja yang telah direkrut. Namun demikian, pihaknya berharap pada tahun ini akan ada kembali pembukaan rekrutmen baru.
Menurut Adamin, persiapan tenaga kerja untuk mendukung operasional kilang sebenarnya telah dilakukan sejak awal. Sejumlah putra daerah dari Kalimantan Timur telah mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari persiapan kebutuhan tenaga kerja di sektor pengolahan migas.
Meski tidak ada penyampaian kuota resmi untuk Balikpapan, Disnaker tetap mengusulkan agar warga lokal mendapat prioritas.
“Tempat operasionalnya berada di Balikpapan, meskipun wilayah kerjanya mencakup Kalimantan Timur. Kami mengusulkan agar putra-putri Balikpapan diutamakan, tanpa mengesampingkan daerah lain di Kaltim,” jelasnya.
Ia menambahkan, sektor usaha Pertamina tidak hanya mencakup pengolahan, tetapi juga sektor hulu dan niaga. Karena itu, menurutnya, prioritas bagi tenaga kerja asal Kalimantan Timur secara keseluruhan tetap penting untuk diperhatikan.
Selain itu, Disnaker juga tengah menjajaki peluang pelatihan bagi warga Balikpapan melalui komunikasi langsung dan kegiatan roadshow ke sejumlah perusahaan.
Langkah tersebut dilakukan untuk membuka akses informasi lowongan kerja, program pemagangan, maupun dukungan pelatihan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami berharap perusahaan-perusahaan dapat membantu memberikan informasi lowongan kerja, membuka kesempatan magang, serta mendukung pelatihan melalui program CSR,” pungkasnya.
Editor: Erwin