Amukan si jago merah itu membuat warga sekitar panik karena api dengan cepat membesar. Gudang yang diketahui berisi tumpukan plastik, kardus, serta berbagai material mudah terbakar tersebut dilalap api hingga ke seluruh bagian bangunan. Besarnya kobaran api terlihat jelas dari permukiman warga di sekitar lokasi kejadian.
Muhammad Idris, seorang warga mengatakan api sudah terlihat membesar saat dirinya membuka jendela rumah. “Pas saya buka jendela, api sudah besar,” ujar Idris.
Melihat kondisi tersebut, Idris langsung membangunkan warga sekitar agar segera menyelamatkan diri dan membantu upaya awal pemadaman. Api terus membesar dan menghanguskan seluruh isi gudang rongsokan. “Saya langsung bangunin semua orang karena apinya makin besar,” katanya.
Idris juga mengaku sempat mencoba menghubungi petugas pemadam kebakaran sementara warga lainnya juga berinisiatif melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya, seperti ember dan selang air kecil. “Saya sempat telepon pemadam, tapi tidak ada yang angkat. Setelah itu ada warga yang bilang pemadam sudah ditelepon,” imbuhnya.
Terkait penyebab kebakaran, Idris menduga api dipicu oleh korsleting listrik. Percikan api diduga mengenai tumpukan karung berisi barang rongsokan sehingga api dengan cepat menyebar. “Kemungkinan dari kabel listrik yang korsleting, lalu percikan apinya jatuh ke karung-karung rongsokan,” ucapnya.
Sementara Samsul Qomari, Ketua RT 41 Kelurahan Graha Indah memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan menyebut bangunan yang terbakar merupakan tempat penampungan barang bekas milik para pengepul. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” katanya.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan yang turun ke lokasi mengalami sejumlah kendala dalam proses pemadaman. Material rongsokan yang mudah terbakar dan kerap menyala kembali membuat api sulit dipadamkan sepenuhnya.
Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas terpaksa mengerahkan alat berat jenis ekskavator guna mengurai tumpukan rongsokan agar api dapat dipadamkan secara menyeluruh.
Hingga pagi ini, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Editor: Aspian Nur