Kepala Bidang Kedaruratan dan Kebencanaan BPBD Kota Balikpapan, Bambang Subagja, mengatakan identitas korban sempat belum diketahui lantaran tidak ditemukan kartu identitas di tubuh korban saat evakuasi awal. Dia menyebut, korban diketahui bernama Anggi, pedagang gulali, berusia sekitar 34 tahun asal Garut, Jawa Barat.
“Identitas korban baru bisa kami pastikan setelah sepeda motor yang tertimpa berhasil dievakuasi. Dari kendaraan itu kami memperoleh data korban,” ujar Bambang.
Proses evakuasi kendaraan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan petugas di lapangan. Material bangunan yang roboh berupa rangka kayu dan tiang-tiang berat sehingga harus dipotong terlebih dahulu.
“Kami bersihkan dulu batang-batang kayu menggunakan senso, setelah itu baru dilakukan penarikan secara manual agar motor bisa dikeluarkan,” katanya.
Hingga usai ibadah Salat Isya, petugas berhasil mengevakuasi tiga unit sepeda motor dari bawah reruntuhan. Sementara dua kendaraan lainnya masih tertindih material dan direncanakan dievakuasi pada hari berikutnya karena kondisi medan yang cukup berat.
Bambang menambahkan, evakuasi kendaraan juga dilakukan untuk menghindari potensi risiko lanjutan di lokasi kejadian.
“Salah satu motor dalam kondisi menyala saat kejadian. Kami khawatir jika dibiarkan bisa memicu bahaya lain, seperti kebocoran bahan bakar yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” ujarnya.
Korban diketahui bukan warga setempat. Saat kejadian, korban diduga sedang berteduh dari hujan dan angin kencang di area bangunan yang belum jadi dan hanya berupa rangka tiang-tiang, sebelum akhirnya tertimpa reruntuhan.
Sebelumnya, BPBD Balikpapan menerima laporan adanya bangunan roboh akibat angin kencang menyerupai puting beliung di wilayah tersebut. Petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI AL, dan unsur terkait langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta pengamanan area.
Editor: Erwin