Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Kampung Baru, Kapten Laut (P) Komarudin, menjelaskan bahwa petugas menerima laporan kejadian sesaat setelah cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut. “Tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal,” ujarnya.
Korban diketahui bukan warga setempat, melainkan pedagang yang saat kejadian sedang berteduh di sekitar rangka bangunan. Dari informasi yang dihimpun Korankaltim.com, struktur yang berdiri hanya berupa tiang-tiang dan belum merupakan bangunan permanen.
“Korban berada di lokasi untuk berteduh, bukan penghuni maupun pekerja di situ,” ujar Komarudin.
Saksi mata, Samson, mengatakan angin kencang datang secara tiba-tiba saat hujan turun cukup deras. Tak lama kemudian, rangka bangunan yang terdiri dari beberapa tiang roboh dan menimpa korban.
“Kejadiannya cepat sekali. Angin kencang, lalu rangkanya ambruk,” kata Samson.
Proses evakuasi dilakukan oleh personel Lanal Balikpapan bersama tim SAR gabungan dan Basarnas. Petugas mengalami kesulitan karena korban tertimpa material kayu berukuran besar, sehingga membutuhkan peralatan khusus.
“Saya lihat evakuasi dilakukan dengan alat gergaji mesin karena materialnya cukup berat,” jelasnya.
Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
Komarudin menambahkan, yang ambruk itu merupakan bangunan yang belum jadi, saat ini telah dijadikan gudang sementara.
“Tempat ini juga sering di pake untuk orang berteduh kalo hujan, karena tempat nya luas,” pungkasnya.
Editor: Erwin