Di Jalan MT Haryono terpantau banjir menggenang hingga jalan raya dengan ketinggian hingga betis orang dewasa.
Akibatnya, kawasan itu sempat lumpuh total. Kemacetan terjadi mulai Simpang Beruang Madu atau pintu masuk menuju Jalan MT Haryono hingga jembatan PDAM. Di perkirakan kemacetan itu mencapai hingga dua kilometer.
Di jembatan PDAM terpantau kendaraan tengah menunggu surut, sejumlah kendaraan nekat mencoba menerobos alhasil terlihat beberapa kendaraan mogok.
Petugas dari SAR Brimob dan unit Lalu-lintas terlihat membantu sejumlah kendaraan yang mogok serta mencoba mengurai kemacetan.
Supriyadi salah seorang warga yang halamannya sempat terendam mengatakan, banjir itu mulai menggenang diperkirakan sekitar pukul 15.00 WITA.
“Ini memang sering banjir, tapi untuk hari ini hanya di pekarangan aja,” ujarnya sambil membersihkan air dari pekarangan rumahnya.
Meskipun kerap di landa banjir, namun Supriyadi mengaku tidak takut untuk tinggal di kawasan itu.
Menurutnya, banjir yang melanda itu durasinya cukup singkat tidak sampai berhari-hari. Sebelum ada perbaikan, banjir bisa surut dalam waktu paling lama hingga tiga jam namun kini paling lama hanya satu jam setelah hujan reda.
“Banjir cuman lewat, sebentar juga surut, lain kalo banjir 10 tahun sekali, itu baru parah,” ungkapnya.
10 tahun sekali, kata Supriyadi banjir terkadang hingga sedada orang dewasa khususnya di kawasan belakang rumahnya. Belakang rumahnya merupakan kawasan Jalan Beller yang merupakan salah satu titip terparah bila terjadi banjir.
Sementara itu, IPDA Yunus Setiawan Anggota Pamapta Polresta Balikpapan mengatakan menyebut untuk daerah yang ia pantau terdapat ada tiga titik banjir yakni di Jalan MT Haryono, Beller, dan BDS.
“Maka kami ingatkan untuk balik arah agar tidak terlalu parah,” pungkasnya.
Editor: Erwin