Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan, menyebus insiden tersebut, terdapat lima korban, terdiri dari empat orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.
"Korban yang meninggal duniabberada di dalam kendaraan pribadi yang tertimpa truk saat kapal mengalami kemiringan," tuturnya.
Sementara itu, korban yang meninggal dunia baru berhasil di evakuasi pukul 12.20 WITA. yang kemudian di bawa menggunakan kantung jenazah dan diturunkan menggunakan tali dari kapal untuk di bawa menuju ke rumah sakit.
Dody menjelaskan, pihaknya menggunakan metode ekstrikasi untuk mengevakuasi korban yakni merupakan teknik penyelamatan untuk mengeluarkan korban yang terjepit dengan cara mengurangi beban dan memotong bagian kendaraan, sehingga korban dapat dievakuasi tanpa menimbulkan cedera tambahan.
Proses ekstrikasi diawali dengan pemindahan muatan truk secara manual untuk mengurangi tekanan pada kendaraan korban. Truk tersebut bermuatan pasir dan sejumlah sembako, sehingga muatan harus dipindahkan satu per satu ke tempat aman.
“Kendala utama adalah posisi truk yang menimpa kendaraan pribadi. Setelah beban dikurangi, tim SAR gabungan melanjutkan ekstrikasi dengan memotong beberapa bagian mobil,” jelasnya.
Dari laporan awal kejadian yang ia terima yakni pukul 8.30 WITA, artinya butuh waktu 3 jam lebih untuk bisa mengeluarkan jasad korban. Menurut Dody sejatinya proses evakuasi itu berlangsung cepat, yang lama yakni proses pemindahan barang.
Pemindahan muatan berlangsung sejak pagi hingga siang hari karena kondisi geladak kapal sempit dan kendaraan saling berhimpitan dalam posisi kapal miring. Setelah akses terbuka, korban yang terjepit di kursi kemudi berhasil dikeluarkan.
Korban meninggal dunia diketahui berjenis kelamin laki-laki dan merupakan pengemudi mobil pribadi. Dalam satu kendaraan terdapat tiga orang, yakni suami, istri, dan anak. Ibu dan anak berhasil dievakuasi lebih dahulu dalam kondisi selamat, sementara sang ayah ditemukan meninggal dunia.
Dody juga menerangka,n diduga korban bersama keluarganya turun dari geladak atas ke geladak kendaraan dan masuk ke dalam mobil karena mengira kapal akan segera sandar. Namun saat ramp door dibuka, kapal justru mengalami kemiringan.
Di sisi kendaraan korban terdapat tiga truk bermuatan berat. Ketika kapal miring, truk dan kendaraan lain ikut bergeser dan menimpa mobil korban, menyebabkan korban terjepit setir.
Pasca evakuasi, Basarnas masih melakukan penyisiran dan asesmen lanjutan, menyusul adanya laporan dari keluarga penumpang yang mencari anggota keluarganya. Namun hingga kini, data manifes penumpang dan kendaraan belum diterima secara resmi.
Penyebab pasti kapal miring masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara tim SAR gabungan tetap bersiaga di lokasi. Sementara dari pihak DLU juga masih belum memberikan keterangan.
Editor Aspian Nur