Hal tersebut disampaikan Ketua RT 33 Kelurahan Baru Tengah, Aco. Menurutnya, berdasarkan pengakuan pemilik rumah dan saksi yang berada di lokasi kejadian, api pertama kali muncul dari instalasi listrik sebelum dengan cepat membesar.
Pemilik rumah dibantu warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman, namun api terlanjur membesar.
"Mereka sudah tidak sanggup karena api sudah keburu besar, jadi ada warga manggil petugas pemadam kebakaran,” ujar Aco.
Rumah yang terbakar diketahui milik Sumarmi, warga RT 33 Nomor 43. Bangunan tersebut dihuni oleh enam kepala keluarga (KK) yang seluruhnya telah berumah tangga.
Meski hanya memiliki satu pintu utama, bagian dalam rumah terbagi menjadi beberapa petak sebagai tempat tinggal masing-masing keluarga.
Dari keterangan Aco, saat kebakaran terjadi, orang tua pemilik rumah sedang tidak berada di lokasi karena menjaga anggota keluarga di kawasan Teritip. Sementara itu, anak-anak beserta keluarga masing-masing berada di dalam rumah.
Beruntung, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api melalap bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Kata pemilik rumah yang penting seluruh keluarga selamat " tegasnya.
Pasca kebakaran, pihak RT bersama warga setempat melakukan penanganan darurat terhadap korban terdampak. Enam kepala keluarga tersebut tidak diungsikan ke pos pengungsian, melainkan akan ditempatkan sementara di rumah kosong yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Kami tempatkan di rumah kosong yang ada di sekitar sini, supaya mereka tetap dekat dengan lingkungan,” tutup Aco.
Editor: Erwin