Janin ditemukan mengapung di aliran sungai dan diduga sengaja dibuang. Janin pertama kali terlihat saat petugas DLH melakukan pembersihan rutin di kawasan itu sekitar pukul 09.00 Wita. Awalnya benda tersebut dikira bagian dari tumpukan sampah yang kerap terbawa arus di DAS Ampal.
Salah seorang petugas DLH Tajuddin mengatakan kecurigaan muncul setelah benda tersebut diangkat dari sungai. “Biasanya yang kami angkat sampah campur bangkai hewan. Tapi setelah diangkat, kelihatan bentuknya seperti tubuh manusia, ada tangan dan kaki,” kata Tajuddin kepada media ini.
Dari kondisi fisik dan aroma, janin tersebut diduga belum lama berada di sungai. “Baunya belum menyengat, kelihatannya masih baru,” sebutnya lagi.
Temuan tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas Samapta Polresta Balikpapan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan evakuasi. Kanit Pamapta 2 Polresta Balikpapan, Ipda Wisnu Cahyo Abriadi menjelaskan, janin ditemukan mengapung tanpa pembungkus dan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Janin telah dievakuasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap asal-usul janin serta kemungkinan adanya unsur tindak pidana. “Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan berkoordinasi dengan pihak medis,” kata Wisnu.
Editor: Aspian Nur