Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
Dalam khotbah Subuh, Menteri Agama mengangkat pesan dari Surat Al-Baqarah ayat 30 tentang penetapan manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Pesan tersebut menekankan tanggung jawab manusia untuk mengelola, memakmurkan, dan menjaga bumi secara berkelanjutan sebagai bagian dari nilai ibadah dan ketakwaan.
Usai pelaksanaan ibadah, Menteri Agama bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono melakukan peninjauan kesiapan operasional Masjid Negara, terutama dalam menghadapi bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal seiring meningkatnya aktivitas keagamaan di kawasan IKN.
Masjid Negara yang berada di kawasan peribadatan Nusantara tersebut memiliki empat lantai utama dan dua lantai mezanin, dengan luas bangunan mencapai 76.647 meter persegi dan kapasitas sekitar 29.095 jamaah.
Ke depan, masjid ini direncanakan untuk dikembangkan agar mampu menampung hingga 60.000 jamaah seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas di IKN.
Dalam kesempatan yang sama, rombongan juga menerima penjelasan terkait progres pembangunan Basilika yang saat ini memasuki tahap akhir penyelesaian.
Kehadiran Basilika tersebut akan melengkapi fasilitas peribadatan umat Katolik, bersama dengan rencana pembangunan Gereja Kristen, Pura, dan Wihara di kawasan peribadatan Nusantara.
Menteri Agama menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan IKN, khususnya dalam penyediaan fasilitas keagamaan lintas umat.
Menurutnya, keberadaan Masjid Negara dan rumah ibadah lainnya menjadi simbol penting dari IKN sebagai ibu kota yang inklusif dan mencerminkan keberagaman Indonesia.
“Nah, dengan demikian kita akan lebih mempercepat aktivitas kantor kita di sini, karena ini adalah kebanggaan kita. Makin cepat dilihat oleh dunia, makin bagus. Insya Allah sesuai dengan harapan Bapak Presiden bahwa IKN ini akan menjadi ikon bangsa Indonesia yang sangat membanggakan,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia juga menegaskan Kementerian Agama akan segera mulai berkantor di Nusantara seiring percepatan relokasi kementerian dan lembaga pemerintah pusat ke IKN.
Operasional Masjid Negara menjadi bagian dari kesiapan Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru yang tidak hanya berfungsi administratif, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial, spiritual, dan kebudayaan.
“Fasilitas keagamaan ini diharapkan mampu memperkuat kehidupan beragama yang harmonis dan modern di ibu kota negara,” tandasnya.
Sebagai ikon baru kegiatan keagamaan nasional, Masjid Negara IKN diharapkan menjadi pusat aktivitas ibadah yang inklusif, damai, dan produktif bagi masyarakat dari berbagai latar belakang daerah dan budaya.
Editor: Erwin