Namun sebelum prosesi pedang pora berlangsung, seluruh jajaran lebih dulu mengikuti apel pelepasan. Dalam apel itulah Anton menyampaikan pesan pamit kepada personel yang selama ini membersamainya menjaga keamanan kota. Ia menekankan tentang loyalitas, kata Anton, harus berpijak pada pembinaan dan hukum, bukan pada figur semata.
“Sekarang loyalitas itu kepada pimpinan yang baru, Pak Jerrold, tapi kepemimpinan tetap harus dikaitkan dengan hukum supaya Polri selalu dipercaya masyarakat,” sebut Anton.
Anton mengingatkan pergantian pimpinan merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang tak terpisahkan. Regenerasi harus dimaknai sebagai kesinambungan, bukan perpecahan. Ia juga menekankan agar seluruh personel tetap berada dalam satu ikatan institusi. "Tidak boleh ada sekat, tidak boleh ada loyalitas ganda," tegas Anton.
Usai apel, prosesi pelepasan berlanjut dengan tradisi payung pora. Barisan personel membentuk koridor kehormatan, mengantar Anton melangkah meninggalkan kesatuan yang selama ini dipimpinnya. Sejumlah anggota tampak menahan haru, sebagian lain memberi salam hormat terakhir.
Tradisi kemudian dilanjutkan dengan pedang pora, menandai secara resmi berakhirnya masa tugas Anton Firmanto sekaligus perpisahan dengan jajaran Polresta Balikpapan.
Dihadapan anggotanya, Anton menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama memimpin. Ia mengingatkan bahwa capaian Polresta Balikpapan hari ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah perjuangan kolektif.
Sementara itu, Jerrold Kumontoy yang resmi mengemban amanah sebagai Kapolresta Balikpapan menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan program yang telah berjalan. Menurut Jerrold, masa kepemimpinan sebelumnya telah meninggalkan pondasi kuat yang tidak boleh dihapus, melainkan dilanjutkan dan dipercepat. “Kami berharap dukungan yang sama tetap diberikan, agar tongkat kepemimpinan ini bisa diteruskan dengan baik,” kata Jerrold.
Momen paling simbolik terjadi di penghujung acara. Anton Firmanto dan Jerrold Kumontoy berdiri berdampingan menaiki reog, disambut tepuk tangan jajaran personel. Pemandangan itu menjadi penanda transisi kepemimpinan berlangsung dalam suasana solid, penuh penghormatan, sekaligus optimisme untuk keberlanjutan pelayanan kepolisian di Balikpapan.
Editor: Aspian Nur