Ajang ini tidak hanya menjadi perayaan seni budaya tetapi juga momentum memperkuat toleransi dan kepedulian antarmasyarakat.
Berbagai atraksi mewarnai malam penutupan, mulai dari tarian Jali-Jali, sendratari Hadangi Mulang hingga tari kolosal Serumpun Lima yang jadi simbol keragaman hidup Kota Beriman.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi seluruh pelaku seni yang berkontribusi dalam perhelatan PKD. Kegiatan ini bukan sekadar panggung kreatif, tetapi juga wadah memperkokoh identitas daerah melalui nilai-nilai kebersamaan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya dan menjaga budayanya. PKD menjadi ruang bagi kita untuk merawat itu semua,” tegas Rahmad.
Rangkaian kegiatan akhir tahun Pemkot Balikpapan yang menghadirkan pertunjukan rakyat, festival budaya hingga keterlibatan pelaku UMKM dan sanggar seni jadi perhatian Rahmad yang menurutnya membuktikan kuatnya keberagaman yang hidup berdampingan di kota ini.
“Dari Sabang sampai Merauke, seluruh tradisi bisa tampil di Balikpapan. Tahun depan kita ingin semakin memperluas ruang kolaborasi ini,” jelasnya.
Rahmad mengajak masyarakat mendoakan warga di daerah lain yang tengah menghadapi musibah, serta berharap Balikpapan dan Indonesia dijauhkan dari bencana. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Natal bagi umat Kristiani dan menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial.
“Mari jaga kota ini bersama. Tertib berlalu lintas, tidak membuang sampah sembarangan, dan terus membangun suasana yang rukun. Balikpapan harus menjadi contoh kota yang nyaman dan damai,” tutup Rahmad.
Editor: Aspian Nur