Acara puncak yang digelar pada Minggu (7/12/2025) di kawasan Kebun Raya Balikpapan berlangsung meriah dengan penyerahan hadiah Lomba Cerdas Cermat Konservasi dan kegiatan lari menyusuri area hutan, yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman, menyebut usia 20 tahun Kebun Raya Balikpapan bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi wujud konsistensi kota dalam menjaga kekayaan hayati serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.
“Kebun Raya Balikpapan telah berkembang tidak hanya sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, rekreasi, serta laboratorium alam yang menopang ekologi kota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fungsi kawasan ini menjadi semakin penting seiring pertumbuhan kota dan meningkatnya risiko perubahan iklim.
Kebun Raya berperan sebagai penyerap karbon, pengatur tata air, penjaga keseimbangan iklim mikro, serta pelindung alami dari ancaman seperti banjir dan krisis air bersih.
“Di tengah tantangan global, keberadaan hutan kota seperti Kebun Raya adalah fondasi ekologis yang tidak dapat digantikan,” ujarnya.
Selain peran lingkungan, kawasan ini juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi. Kebun Raya menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak, mahasiswa, dan peneliti, sekaligus menyediakan alternatif wisata alam yang menyehatkan. Potensi ekowisata yang berkembang pun membuka peluang pemberdayaan bagi masyarakat sekitar.
Dirinya juga mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam rangkaian peringatan HUT ke-20, termasuk panitia, relawan, komunitas lingkungan, dan para peserta lomba.
Ia berharap kegiatan ini semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap upaya konservasi.
“Pembangunan ideal adalah pembangunan yang menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Kebun Raya Balikpapan adalah contoh konkret bagaimana hal itu bisa diwujudkan,” pungkasnya.
Editor: Erwin