Bandara ini akan menjadi alternatif pilihan di Kaltim, mengingat jaraknya tak jauh dari Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
Plt Kepala Bandara IKN, Imam Alwan, mengatakan meskipun dua bandara ini letaknya berdekatan, namun diyakini tidak akan terjadi kendala dalam jalur navigasi pesawat. Jalur penerbangan (runway) dua bandara itu dibuat satu arah baik saat terbang maupun mendarat.
“Sudah diatur sedemikian rupa, untuk jalur take off dan landing satu arah untuk kedua bandara tersebut,” katanya menjawab pertanyaan Korankaltim.com di IKN, Kamis (4/12/2025).
Secara teknis, jalur penerbangan sangat mudah diatur, pengaturan lalu-lintas udara dilakukan oleh AirNav melalui Tower kontrol lalu-lintas udara (ACT). Bila Bandara IKN memiliki ICAO WALK, sementara Bandara SAMS Sepinggan memiliki ICAO WALL.
“Jadi secara teknis sangat bisa diatur. Pengaturan lalu lintas udara dilakukan AirNav melalui ACT Tower, sehingga tidak ada tumpang tindih rute,” ujarnya.
Imam memastikan, fasilitas utama Bandara IKN sudah dinyatakan siap. Penyempurnaan hanya pada bagian pendukung seperti lanskap kawasan, hunian pegawai, dan kantor karantina serta imigrasi.
Bandara ini mengandalkan runway 3.000 meter yang memungkinkan pendaratan pesawat berbadan besar hingga Airbus A380. Panjang runway itu dua kali lipat bila dibandingkan bandara SAMS Sepinggan yang hanya 1.500 mener
Ia juga menyebut, kapasitas sisi udara memungkinkan 19 pergerakan pesawat per jam, sementara terminal dapat melayani 420 penumpang per jam atau sekitar 1,6 juta penumpang per tahun.
Menurutnya, bandara baru ini memberi pilihan baru bagi masyarakat di kawasan IKN dan Penajam Paser Utara. Dengan runway lebih panjang, penerbangan jarak jauh dapat diakomodasi tanpa kendala.
“Masyarakat nanti punya alternatif. Fasilitas kami siap untuk rute long range,” tutupnya.
Editor: Erwin