Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Alwiati menjelaskan, pola hidup yang kurang sehat membuat semakin banyak warga mengalami penyakit tidak menular tanpa disadari sementara disaat yang sama minat untuk memeriksakan diri secara rutin masih sangat rendah.
“Banyak warga datang ke fasilitas kesehatan hanya ketika sudah sakit padahal pemeriksaan gigi milsanya, idealnya dilakukan minimal dua kali setahun untuk mencegah kerusakan lebih parah,” kata Alwiati kepada Korankaltim.com Rabu (3/12/2025).
Hipertensi dan diabetes masih menjadi dua penyakit tidak menular dengan angka kasus tertinggi di Balikpapan. Tidak sedikit warga yang baru mengetahui kondisinya setelah mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) atau ketika gejala sudah mengganggu aktivitas.
Karena itu Alwiati menekankan pentingnya tindak lanjut bagi masyarakat yang telah terdeteksi memiliki faktor risiko. Menurutnya, deteksi dini tidak akan bermanfaat jika warga tidak melanjutkan pengobatan dan pemantauan.
“Jangan berhenti di screening. Hipertensi dan diabetes harus dikontrol, obatnya diminum teratur, dan pemeriksaan laboratorium tetap perlu dilakukan,” ucapnya.
Hipertensi kini banyak ditemukan pada usia 18 tahun ke atas. Pola hidup seperti sering begadang, merokok, konsumsi makanan tinggi garam dan lemak serta kurang aktivitas fisik semakin memperparah risiko tersebut.
Dinkes Balikpapan mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuh dan tidak menunggu hingga merasakan gejala berat. Deteksi dini diyakini dapat mencegah komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal.
“Kalau hipertensi dan diabetes dikontrol sejak awal, kualitas hidup akan jauh lebih baik. Masyarakat tetap bisa produktif tanpa harus menghadapi risiko penyakit yang lebih berat,” papar Alwiati lagi.
Editor: Aspian Nur