Pangdam VI/Mulawarman melalui amanat yang dibacakan Kapoksahli, Brigadir Jenderal TNI Deni Sukwara menekankan profesionalisme, disiplin, dan koordinasi lintas instansi dalam menjaga keamanan aset strategis. Ia menegaskan bahwa pengamanan instalasi energi menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi dan stabilitas ekonomi nasional.
“Setiap prajurit harus memahami bahwa tugas pengamanan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara. Gangguan sekecil apa pun terhadap infrastruktur energi dapat berdampak luas bagi masyarakat, industri, hingga daya saing nasional,” ujar Deni.
Sekitar 150 personel mengikuti apel dengan khidmat. Peserta terdiri dari TNI, Polda Kaltim, Satpol PP, dan pasukan security internal PT KPI Unit Balikpapan. Apel didukung berbagai peralatan seperti Rantis Komodo, Rantis PJD, ambulans Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, dan unit pemadam kebakaran.
Sementara itu, General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menjaga objek vital nasional di lingkungan kilang. Ia menegaskan bahwa Pertamina terus memperkuat sinergi untuk melindungi kilang dan seluruh fasilitas pendukung.
“Keamanan aset energi adalah prioritas utama kami. Dengan dukungan penuh dari TNI, Polri, dan seluruh mitra strategis, kami optimis operasional kilang dapat terus berjalan aman dan andal demi menjaga pasokan energi nasional,” ujar Anto.
Melalui apel ini, PT KPI Unit Balikpapan memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan bersama seluruh unsur pengamanan. Perusahaan berkomitmen membangun kolaborasi yang solid demi memastikan keamanan, keandalan, dan kontinuitas pasokan energi bagi masyarakat dan negara. (*)
Editor: Erwin