PGS. General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Rizal Aries Laksono mengatakan, sejumlah wilayah seperti Sepinggan Raya, Sungai Nangka, hingga Damai Bahagia masuk dalam pemetaan prioritas setelah ditemukannya berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari infrastruktur lingkungan, layanan kesehatan, hingga penguatan kegiatan sosial masyarakat.
Pemetaan tersebut menunjukkan adanya kerusakan jalan lingkungan di Sepinggan Raya yang menghambat mobilitas warga, fasilitas posyandu di Sungai Nangka yang masih terbatas, serta perlunya dukungan terhadap program penanggulangan stunting yang dijalankan PKK kelurahan.
Selain itu, kebutuhan penataan tempat ibadah dan persoalan drainase yang kerap menimbulkan genangan pada musim hujan juga menjadi perhatian. Di kawasan pesisir Pantai Seraya, warga masih memerlukan sarana pendukung untuk aktivitas lingkungan dan sosial komunitas setempat.
Kegiatan pembinaan keagamaan seperti majelis taklim serta aktivitas sosial seperti khitanan massal juga menjadi bagian dari kebutuhan yang disampaikan masyarakat.
“Menindaklanjuti temuan tersebut, kami melakukan intervensi terpadu yang mencakup perbaikan jalan lingkungan di Sepinggan Raya, peningkatan sarana posyandu di Sungai Nangka, serta dukungan program penanggulangan stunting,” tuturnya, Minggu (30/11/2025).
Penataan fasilitas Masjid As-Sajadah di RT 15 Sepinggan turut dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan ruang ibadah yang layak. Di sisi lain, perbaikan drainase di RT 16 dilakukan guna mengurangi potensi genangan dan mendukung kelancaran aktivitas warga.
Di kawasan Pantai Seraya, perusahaan menyediakan sarana pendukung lingkungan yang selama ini dibutuhkan masyarakat pesisir. Sejumlah kegiatan sosial masyarakat, termasuk khitanan massal serta pengadaan peralatan hadrah untuk kelompok majelis taklim, juga ikut diperkuat sebagai upaya mendukung aktivitas sosial–keagamaan warga.
Selain program-program tersebut, perusahaan juga menyalurkan 1.500 paket sembako kepada masyarakat sekitar bandara melalui program Injourney Airports Berbagi. Bantuan ini ditujukan bagi keluarga rentan dan warga yang terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di wilayah Ring-I.
Rizal menjelaskan, seluruh program dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Ia menegaskan bahwa bantuan ini disusun dari hasil pemantauan langsung dan koordinasi bersama warga, bukan kegiatan seremonial.
“Yang kami kerjakan adalah kebutuhan riil masyarakat. Ada jalan yang harus dibenahi, fasilitas posyandu yang perlu ditingkatkan, penanganan stunting yang harus diperkuat, hingga perbaikan drainase dan ruang ibadah. Ini semua masuk wilayah terdampak operasional bandara, sehingga kami memastikan penanganannya dilakukan secara tepat,” jelas Rizal.
Ia menambahkan dukungan sembako merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membantu warga menjaga kestabilan kebutuhan dasar mereka di tengah dinamika ekonomi.
“Setiap bantuan kami arahkan untuk memberi dampak jangka panjang, bukan sekadar program tahunan. Pemantauan juga kami lakukan agar semua intervensi berjalan sesuai kebutuhan warga,” tegasnya.
Dengan rangkaian program ini, PT Angkasa Pura Indonesia berharap kontribusi yang diberikan dapat memperkuat kualitas hidup masyarakat sekitar bandara serta membangun hubungan yang semakin harmonis antara operasional SAMS Sepinggan dan lingkungan sosialnya.
Editor: Erwin