Jaringan interkoneksi tersebut membentang sepanjang 222,490 kilometer sirkuit (kms) dan ditopang 327 tower yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Tanjung Selor dan GI Tidang Pale. Keberhasilan energize memastikan ketersediaan energi jangka panjang dengan potensi penyaluran daya hingga 30 MVA dari GI Tidang Pale dan kapasitas konduktor mencapai 300 MW per sirkit.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa penyelesaian proyek ini bukan hanya pencapaian teknis, tetapi fondasi baru bagi stabilitas energi dan pertumbuhan ekonomi dua provinsi.
“Jaringan listrik yang dibangun ini adalah fondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi, akselerasi kesejahteraan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan. Dengan kapasitas konduktor yang besar, kami telah menyiapkan sistem kelistrikan yang stabil untuk menyambut industri baru, pabrik pengolahan, dan pengembangan kawasan ekonomi khusus,” ujar Basuki Widodo dalam rilis tertulis, Rabu (26/11/2025).
Basuki menambahkan bahwa penguatan sistem ini akan memangkas risiko drop voltage dan memberikan kepastian jangka panjang bagi investor. Selain itu, proyek ini memperkuat efisiensi operasional dengan menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) pembangkit di wilayah yang masih mengandalkan PLTD, khususnya di Kabupaten Tana Tidung.
Keberhasilan pembangunan di Kabupaten Tana Tidung tidak lepas dari kolaborasi erat berbagai pihak. Manajer PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng, mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan selama proses pembangunan.
“Penyelesaian Proyek Strategis Nasional ini tidak akan mungkin tanpa kolaborasi solid dari seluruh pihak. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah, BINDA Kaltara, Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi Kaltara, BPN, dan terutamanya masyarakat setempat. Dukungan mereka adalah energi terkuat kami untuk menghubungkan dua provinsi demi kepentingan bangsa,” kata Jefry. (*/kk)