Lokasi kejadian disebut Bagus bukan kolam buatan, tetapi merupakan lahan kavling yang dikelilingi jalan dengan permukaan lebih tinggi, hal mana yang membuat air hujan terus menggenang selama bertahun-tahun karena tidak adanya saluran pembuangan menuju sungai terdekat.
“Itu sebenarnya tanah kavlingan. Karena tidak dibuat sodetan ke sungai yang lebih rendah, air tergenang dan membentuk kubangan bahkan banyak warga yang memancing di sana,” jelas Bagus lagi.
Pemerintah sudah meminta Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Balikpapan untuk berkoordinasi dengan pemilik lahan agar memasang pagar sementara warga terutama anak-anak tidak mendekati area berbahaya tersebut.
Bagus juga menegaskan bahwa lahan tempat insiden terjadi bukan milik Sinar Mas, melainkan milik perorangan. Meski demikian, petugas keamanan Sinar Mas kerap memantau area tersebut karena lokasinya berdekatan dengan kawasan pengembangan perusahaan.
“Informasi dari BPBD, penjagaan dilakukan oleh security Sinar Mas. Namun saat kejadian kemungkinan mereka sedang beristirahat atau pergantian shift,” katanya.
Atas kejadian Bagus meminta pengembang perumahan besar agar memasang pembatas berupa pagar duri di titik-titik rawan. Larangan bermain dan berenang sebenarnya sudah terpasang di lokasi, tetapi pengawasan masih kurang optimal.
“Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Ini musibah, tetapi harus menjadi pelajaran agar tidak terulang. Kami mengimbau camat, lurah, hingga RT untuk memantau area rawan, baik genangan air maupun potensi longsor,” paparnya.
Persoalan tanah kavling tanpa izin perlu mendapat perhatian serius. Untuk lahan milik perorangan, pemerintah mengakui memiliki keterbatasan dalam melakukan peneguran. Diharapkan tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak tentang pentingnya pengawasan lingkungan maupun keluarga.
"Terutama area bermain anak-anak, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," tutup Bagus.
Diberitakan sebelumnya, enam anak masing-masing tiga laki-laki yaitu Ade berusia 6 tahun, Faiz (7) dan Fais (10) dan enam anak perempuan Afa berusia 9 tahun, Tika (8) dan Zaira (5). Mereka datang ke lokasi kejadian dikabarkan hendak memancing petang hari jelang Maghrib di area galian mirip kolam. Namun saat mendekati tepi kolam, tanah yang diinjak longsor, membuat seluruh anak terperosok dan tenggelam ke dalam kolam.
Editor: Aspian Nur