Bandara bertaraf Internasional itu akan melaksanakan rangkaian simulasi keamanan, Kamis (30/10/2025) besok, mulai dari penanggulangan teror, evakuasi gempa, dan penanganan kecelakaan pesawat sebagai bagian dari standar keselamatan penerbangan internasional. Pengelola meminta penumpang tidak panik saat rangkaian latihan berlangsung.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Iwan Novi Hantoro menjelaskan, kegiatan ini sebagai uji respons nyata untuk memastikan seluruh unsur operasional bandara mampu bergerak cepat, terukur, dan terkoordinasi saat terjadi keadaan darurat.
“Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat dan pengguna jasa agar tidak khawatir. Saat latihan berlangsung akan ada pemberitahuan resmi di area terminal,” jelasnya melalui siaran persnya, Rabu (29/10/2025).
Ia menerangkan, simulasi dilakukan dalam skala besar dan melibatkan berbagai skenario. Di area transit akan dilakukan latihan penjinakan bom, sementara di ruang tunggu keberangkatan gate 11 dilaksanakan simulasi evakuasi gempa.
“Puncaknya berupa latihan penanganan kecelakaan pesawat yang melibatkan gabungan personel dari unsur bandara, TNI AU, TNI AD, Basarnas, kepolisian, dan tenaga medis,” tuturnya.
Iwan menyampaikan, peningkatan respons kedaruratan ini penting sebagai bentuk perlindungan terhadap penumpang dan operasional penerbangan, mengingat Balikpapan kini menjadi wilayah strategis pendukung IKN.
“Kesiapsiagaan menjadi tulang punggung keamanan penerbangan, terlebih bandara ini memegang peran kunci sebagai gerbang utama mobilitas menuju ibu kota negara yang baru,” ujarnya.
Melalui latihan terpadu ini, Bandara SAMS Sepinggan memastikan seluruh prosedur keamanan dan keselamatan berjalan sesuai standar, termasuk koordinasi lintas instansi saat kejadian kritis.
Pihak pengelola menegaskan, masyarakat yang melintas di sekitar bandara atau berada di dalam terminal tidak perlu panik karena seluruh aktivitas hanya simulasi.
Editor: Erwin