Dua Siklon Menjauh dari Kaltim, BMKG: Picu Peningkatan Curah Hujan
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Dua sistem siklon tropis yang terbentuk di kawasan Asia Tenggara saat ini telah bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Meski demikian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menyebut dampaknya tetap terasa di Kalimantan Timur (Kaltim) berupa peningkatan curah hujan dan potensi hujan ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG Stasiun SAMS Sepingan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, menjelaskan bahwa siklon pertama adalah Siklon Tropis Fengshen, yang terbentuk di Laut Filipina bagian barat, di utara Kalimantan dan dekat wilayah Vietnam. Siklon ini memiliki sistem pusaran angin kuat yang menarik massa udara dan uap air dari sekitarnya.
“Siklon Fengshen ini terbentuk dari bibit siklon 96W yang kemudian berkembang menjadi siklon tropis. Saat ini bergerak menjauhi Indonesia ke arah barat laut,” kata Kukuh kepada Korankaltim.com, Selasa (21/10/2025).
Sementara itu, siklon kedua adalah bibit siklon tropis 95S yang berada di sebelah barat Sumatera, tepatnya di perairan Samudra Hindia. Ujung siklon itu juga menyentuk wilayah Kaltim.
Berbeda dengan Fengshen yang sudah menjadi siklon tropis penuh, 95S masih berada dalam tahap pembentukan. Sistem ini memiliki potensi berkembang menjadi siklon, namun pergerakannya juga menjauh ke arah barat daya.
“Jadi keduanya sama-sama tidak mengarah ke wilayah Indonesia. Tetapi meski jauh, pengaruhnya tetap ada dalam bentuk dampak tidak langsung kepada pola cuaca di Kaltim,” jelasnya.
Lebih lanjut Kukuh menerangkan, ketika Siklon Fengshen berada pada posisi lebih dekat, wilayah Kaltim mengalami udara panas dan curah hujan menurun karena suplai uap air tertarik ke pusat siklon.
Setelah siklon menjauh, massa uap air kembali menyebar ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur sehingga hujan kembali meningkat.
“Sekarang potensi hujannya justru lebih besar. Ini perlu diwaspadai karena kondisi atmosfernya kembali lembap dan mendukung pembentukan awan hujan skala besar,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir maupun longsor untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat hujan ekstrem dapat terjadi secara tiba-tiba.
Kukuh menambahkan, saat ini muncul pula tekanan rendah di sebelah timur Filipina yang berpotensi berkembang menjadi bibit siklon baru dalam beberapa hari ke depan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala agar masyarakat tetap siap menghadapi dinamika cuaca yang cepat berubah,” pungkasnya.
Editor: Erwin










