Salah satu penari dari BE Star, Cholifah Safitri mengaku tak menyangka timnya menjadi juara pertama dengan mengalahkan ratusan tim lainnya.
"Kami sempat pesimistis, bahkan bisa juara tiga aja sudah senang. Jadi waktu pengumuman juara tiga, kami sudah sempat ada rasa ya ikhlas aja lepas juara tiga. Ternyata malah dapat juara pertama," katanya.
Ia bersama rekan-rekannya merasa antusias untuk ikut menjadi peserta Indonesia Menari 2025. Latihan pun mereka lakukan selama satu bulan.
"Tapi yang intens latihan ya sekitar dua minggu. Latihannya setiap hari," ungkapnya.
Gadis yang akrab dengan sapaan Olif ini bersama rekannya memang berasal dari sanggar tari. Namun mereka sangat jarang untuk mengikuti kompetisi menari.
"Kami menari ketika ada job saja. Kalau untuk ikut lomba sangat jarang. Jadi ini seperti titik balik kami untuk ikut kompetisi lagi," imbuhnya.
Sementara itu, Juri Utama Indonesia Menari 2025 dari Swargaloka, Denta Sepdwiansyah Pinandito mengungkapkan aspek penilaian dalam kompetisi Menari di Mal.
"Aspeknya penilaian mulai dari kekompakan, konfigurasi, ada semangatnya juga, dan kelengkapan dari koreografi," kata Denta.
Ia menjelaskan bahwa peserta Indonesia Menari 2025 harus menarikan tarian wajib. Kendati begitu, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berkreasi bebas saat menari.
"Jadi sisanya peserta menarikan koreo wajib yang sudah dalam tutorial Indonesia Kaya," jelasnya.
Sedangkan untuk BE Star yang menjadi juara pertama, ia menerangkan bahwa tim ini telah memenuhi semua aspek dalam penilaian Menari di Mal. Bahkan sistem penilaian tidak hanya dari juri utama, namun juga ada juri lapangan yang menyaksikan penampilan seluruh peserta dari atrium hingga lantai atas Mal Pentacity.
"Setelah kami berunding, semua aspek penilaian ada pada BE Star. Walaupun memang sangat sengit untuk penilaian. Ketiga juri utama juga berdiskusi cukup alot untuk menentukan juara pertama," pungkasnya.
Sementara itu, Juri Utama Indonesia Menari 2025 lainnya, Maria Darmaningsih ingin kompetisi seperti ini terus berlanjut.
"Negeri kita ini kaya akan budaya. Kekuatan kebudayaan kita, salah satunya ada pada dunia tari. Apalagi setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing," pungkasnya.
Sebagai tambahan informasi, Indonesia Menari 2025 hadir di enam kota besar yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, dan Palembang. Kemudian menambah lima kota baru yaitu Surabaya, Balikpapan, Manado, Bekasi, dan Karawang.
Sesuai format pada semua kota, seluruh peserta menari secara serentak sebanyak dua putaran tepat pada pukul 13.00 WIB (14.00 Wita). Setelah tarian serentak, para juri lapangan akan memilih kelompok terbaik pada masing-masing zona untuk maju sebagai finalis. Kemudian para juri utama menentukan para pemenang.
Sedangkan untuk koreografi, tarian pesertai diiringi medley 8 lagu daerah hasil dari aransemen modern Alffy Rev. Lagu medley tersebut yaitu Sinanggar Tulo (Sumatera Utara), Kicir-Kicir (DKI Jakarta), Cing Cangkeling (Jawa Barat), Anging Mamiri (Sulawesi Selatan), Rek Ayo Rek (Jawa Timur), Indung-Indung (Kalimantan Timur), Si Patokaan (Sulawesi Utara), dan Rasa Sayange (Maluku). Sehingga menciptakan harmoni unik antara tradisi dan musik kontemporer.
Editor: Erwin