Babinkamtibmas Kelurahan Gunung Sari Ilir, Aiptu Denny Susanto menyampaikan hal itu setelah bayi malang itu berhasil dievakuasi ke darat.
“Saat dievakuasi ke darat, sudah terlihat dan bisa dipastikan berjenis kelamin laki-laki,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Dari hasil pengecekan awal, bayi tersebut diperkirakan berusia kandungan tujuh sampai delapan bulan, meski kepastian usia dan penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis.
“Jadi untuk informasi pastinya menunggu dari hasil pemeriksaan saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan orok itu pertama kali terlihat oleh anggota Linmas setempat yang bernama Ota, sekitar pukul 07.40 WITA. Saat itu, Ota hendak membersihkan sampah yang tersangkut di pipa Pertamina.
“Belum sampai ke tumpukan sampah, dia melihat seperti bangkai. Awalnya dikira bangkai binatang atau jeroan, tapi setelah didekati ternyata jasad bayi lengkap dengan ari-ari,” jelas Denny.
Lantas Ota langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kelurahan serta Bhabinkamtibmas setempat dan dilanjutkan ke Polresta Balikpapan untuk penindakan lebih lanjut.
Tim Inafis Polresta Balikpapan kemudian mengevakuasi jasad bayi ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo untuk dilakukan autopsi. Hasil visum akan menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut.
Denny menambahkan, polisi masih menelusuri asal-usul jasad bayi malang tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari warga sekitar.
“Kami masih mencari sumber-sumber keterangan lain terkait penemuan bayi di parit Klandasan Hilir ini,” katanya.
Sebelumnya, warga RT 36 digegerkan dengan laporan penemuan bayi yang mengapung di aliran parit Klandasan Kecil, tak jauh dari Hotel Pacific Balikpapan. Kasus ini kini ditangani Unit Reskrim Polresta Balikpapan.
Editor: Erwin