Penegasan ini disampaikan Kepala Disdikbud Balikpapan, Irvan Taufik menyusul mencuatnya kasus lima siswa SMKN 3 Balikpapan yang sempat dirawat di rumah sakit dan dikaitkan dengan program tersebut.
Program MBG pada dasarnya diterima dengan baik oleh seluruh sekolah yang berada di bawah koordinasi Disdikbud yang mana tingkat SMP maupun PAUD sejauh ini tetap melaksanakan program sesuai arahan pemerintah daerah.
“Sampai saat ini SMP maupun PAUD dibawah kami tidak ada yang menolak. Tidak ada penyampaian resmi soal penolakan itu,” tegas Irvan saat dikonfirmasi Korankaltim.com Jumat (26/9/2025) hari ini.
Peran Disdikbud dalam program MBG hanya terbatas pada memastikan distribusi makanan sampai ke sekolah penerima manfaat. Setelah makanan diterima, proses pembagian di dalam kelas dilakukan secara mandiri oleh pihak sekolah.
Guru maupun siswa biasanya berbagi tugas dengan sistem piket agar makanan bisa sampai ke masing-masing peserta didik. “Kalau distribusi, kami pastikan sampai ke sekolah. Setelah itu guru dan anak-anak yang membantu pembagian di kelas. Jadi bukan Disdik yang langsung membagikan ke siswa satu per satu,” ucap Irvan.
Pengawasan kualitas makanan MBG bukan ranah Disdikbud, melainkan menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Dalam tim percepatan MBG yang sudah dibentuk pemerintah kota, memang telah diatur pembagian tugas lintas organisasi perangkat daerah.
Disdikbud hanya bertugas mengatur penerima manfaat, sementara pemeriksaan dan pengawasan mutu makanan menjadi kewenangan penuh Dinas Kesehatan. “Kalau soal persiapan dan kualitas makanan, itu ranahnya Dinas Kesehatan. Kami hanya memastikan distribusinya sampai ke penerima manfaat,” sebutnya.
Terkait kasus lima siswa yang dilarikan ke rumah sakit, Disdikbud Balikpapan belum menyimpulkan kalau peristiwa itu disebabkan MBG. Untuk memastikan penyebab pasti, perlu menunggu hasil pemeriksaan dan verifikasi dari pihak terkait.
Namun Disdikbud tetap menaruh prioritas utama pada keselamatan pelajar dan memastikan apabila nanti hasil pemeriksaan laboratorium menyebut ada keterkaitan dengan MBG, maka evaluasi menyeluruh terhadap program akan segera dilakukan bersama tim lintas OPD.
“Ada laporan dugaan mengenai MBG, jadi kami akan pastikan apakah memang ada keterkaitan. Keselamatan anak-anak jadi prioritas utama. Kalau memang terbukti ada masalah, tentu akan dilakukan evaluasi menyeluruh,” tutup Irvan.
Editor: Aspian Nur