Meski secara administrasi telah resmi menjadi bagian dari Kodam XXII/Tambun Bungai, alih komando dan penyiapan sarana prasarana masih berlangsung secara bertahap.
Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Infantri Gatot Teguh Waluyo menjelaskan bahwa transisi tengah berjalan sejak keputusan Panglima TNI diteken awal Agustus lalu.
“Transisinya sedang berjalan, mulai dari alih komando hingga penyiapan sarana. Direncanakan mendekati HUT ke-80 TNI akan dilaksanakan alih Kodam secara resmi. Namun untuk waktunya masih menunggu penetapan lebih lanjut,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Kamis (25/9/2025).
Menurut Gatot, meski telah resmi berpisah, Kodam XXII/Tambun Bungai belum sepenuhnya mandiri. Pelayanan teritorial pun akan dijalankan secara bertahap agar soliditas Kodam VI/Mulawarman tetap terjaga.
“Efektifnya bertahap, dan dengan pemekaran ini pelayanan teritorial akan lebih fokus dan cepat, tanpa mengurangi soliditas Kodam VI/Mulawarman,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, sejak 10 Agustus lalu Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan pembentukan enam Kodam baru dalam Upacara Kehormatan Militer di Batujajar, Jawa Barat.
Enam Kodam baru tersebut adalah Kodam XIX/Tuanku Tambusai (Riau dan Kepulauan Riau), Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat dan Jambi), Kodam XXI/Radin Inten (Lampung dan Bengkulu).
Selanjutnya Kodam XXII/Tambun Bungai (Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan), Kodam XXIII/Palaka Wira (Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat), serta Kodam XXIV/Mandala Trikora (Papua Selatan dengan pusat di Merauke).
Salah satu yang terdampak dari pemekaran ini adalah Kalsel, yang sebelumnya berada di bawah Kodam VI/Mulawarman bersama Kaltim dan Kaltara.
Dengan berdirinya Kodam XXII/Tambun Bungai, kini Kalsel beralih komando dan diarahkan untuk lebih fokus pada penguatan pertahanan di wilayahnya sendiri.
Kodam VI/Mulawarman sendiri berdiri sejak 18 Juli 1958 dan bermarkas di Balikpapan. Selama ini Kodam tersebut membawahi tiga provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Dengan pemisahan Kalsel, kini Kodam VI akan fokus membina dua wilayah, Kaltim dan Kaltara.
Editor: Erwin