Kepala BMKG SAMS Sepinggan Balikpapan Kukuh Ribudiyanto menjelaskan, garis ekuator membentang melintasi sebagian wilayah Kalimantan Timur, yakni di bagian selatan Kota Bontang hingga kawasan sekitar Bandara SAMS. “Dampaknya terhadap cuaca, saat posisi matahari berada di atas ekuator maka penguapan di Kaltim cukup tinggi," jelas Kukuh saat dikonfirmasi Korankaltim, Rabu (24/9/2025).
Namun bila tidak ada gangguan atau fenomena lain, suhu maksimum untuk di Kaltim selama fenomena itu hanya sekitar 29,5 hingga 30 derajat Celsius. "Itu juga tergolong masih normal, karena suhu ekstrem baru dikatakan jika di atas 34 derajat Celsius,” sebutnya.
Kondisi cuaca panas yang terjadi beberapa hari terakhir di Benua Etam juga dipengaruhi keberadaan siklon tropis di sekitar timur Filipina, satu diantaranya adalah Siklon Tropis Bualoi yang menyebabkan massa uap air di Indonesia termasuk Kaltim tertarik ke utara.
“Sehingga curah hujan di Kaltim berkurang, bahkan kemarin hampir tidak ada hujan. Hari ini mulai ada hujan lokal, tapi sifatnya sangat kecil dan hanya di wilayah terbatas,” sebut Kukuh lagi.
Kondisi ini masih tergolong normal untuk periode musim kemarau, khususnya pada Agustus–September. “Jadi menurut saya ini adalah kondisi normal pada September ini,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur