Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, mengatakan gempa pertama terjadi pada Minggu (7/9/2025) dinihari sekitar pukul 22.45 WIB atau 23.45 WITA .
"Gempa berkekuatan magnitudo 2,8 itu berada di tenggara Maratua atau di utara Biduk-Biduk dengan kedalaman 10 kilometer," sebut Rasmid saat dikonfirmasi Korankaltim hari ini.
Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan momen Gerhana Bulan Total yang bisa diamati dari seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur malam tadi.
Namun dipastikan gempa itu terjadi tidak berkaitan dengan adanya fenomena gerhana bulan. “Itu murni aktivitas tektonik. Dengan kekuatan hanya 2,8 dan lokasinya di laut jauh dari daratan," jelas Rasmid lagi.
Gempa ini tidak dapat dirasakan, namun terekam oleh seismograf Stasiun Geofisika BMKG Balikpaoan di Biduk-Biduk dan Maratua.
Untuk gempa kedua tercatat pada Senin siang tadi. Guncangan dengan magnitudo 3,1 terjadi di daratan sekitar 44 kilometer barat daya Berau, tepatnya pada koordinat 1,66 lintang utara dan 117,26 bujur timur. Meski lebih besar dibanding gempa pertama, getarannya tetap tidak dirasakan masyarakat.
“Lokasinya di darat dan kemungkinan dipicu sesar aktif yang memang banyak terdapat di Kalimantan. Hanya saja, sebagian besar sesar kecil ini belum bisa diidentifikasi secara rinci. Yang sudah populer dan diberi nama hanya sesar-sesar besar, seperti Sesar Mangkalihat, Meratus, Kendawangan, hingga Adang,” jelasnya.
Kedua gempa itu tidak saling berkaitan karena lokasi sumbernya berjauhan. Gempa di Maratua terjadi di laut, sementara yang di Berau terjadi di darat. “Jaraknya ratusan kilometer sehingga tidak ada keterkaitan. Masing-masing berdiri sendiri,” tutup Rasmid.
Editor: Aspian Nur