Arahan ini disampaikan dalam rapat koordinasi nasional secara daring bersama seluruh kepala daerah, Selasa (2/9/2025) hari ini, sebagai respons atas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terus berkembang belakangan ini.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengungkapkan, Mendagri menekankan delapan langkah strategis yang perlu segera diimplementasikan pemerintah daerah. Satu yang paling ditekankan adalah pentingnya membangun sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan elemen masyarakat.
“Pemerintah daerah diminta segera berkoordinasi dengan Forkopimda, duduk bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang memiliki pengaruh untuk mendinginkan situasi,” kata Bagus kepada wartawan Selasa (2/9/2025) hari ini.
Pendekatan spiritual juga menjadi bagian dari arahan Mendagri, seperti menggelar doa bersama atau istigasah yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Selain upaya dialog dan spiritualitas, langkah konkret lainnya yang disorot adalah penguatan program bantuan sosial dan gerakan pasar murah untuk menjawab kebutuhan masyarakat di tengah tantangan ekonomi.
“Penekanan utama Mendagri adalah pada kegiatan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat. Maka kegiatan seremonial yang dianggap berlebihan, apalagi yang terkesan foya-foya, diminta untuk ditunda. Bahkan acara pribadi pun diimbau digelar dengan sederhana,” jelas Bagus.
Mendagri juga meminta para pejabat dan keluarganya untuk tidak memamerkan kemewahan (flexing), serta menunda perjalanan ke luar negeri. Di daerah-daerah yang tergolong rawan, kepala daerah diminta tetap berada di tempat untuk memastikan kendali terhadap kondisi lapangan tetap terjaga.
“Ini bagian dari komitmen untuk membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Arahan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan empati dan kepekaan sosial,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur