Kabar duka tersebut cepat menyebar dan almarhum disemayamkan di Pondok Pesantren Nurul Khairat, Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, sebelum dimakamkan di Pondok Pesantren Assyifa, Km 15 Balikpapan Utara.
Habib Mahdar dikenal luas sebagai sosok ulama yang rendah hati dan konsisten menjaga ukhuwah Islamiyah. Kehadirannya selalu menjadi penyejuk di tengah persoalan umat.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita kehilangan seorang ulama panutan yang selalu mengedepankan kedamaian dan persatuan umat,” ungkap Kabag Kesra Setdakot Balikpapan, Muhammad Arif Fadhillah saat dikonfirmasi Korankaltim.com terkait wafatnya almarhum.
Sejumlah tokoh agama, pejabat dan organisasi kemasyarakatan hadir memberikan penghormatan terakhir. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama Ketua Baznas Balikpapan Abdul Rosyid Bustomi bahkan tampak hadir bertakziah pada pukul 08.20 WITA di Pondok Pesantren Nurul Khairat.
Semasa hidupnya, Habib Mahdar aktif mengawal berbagai program keumatan, mulai dari dakwah, pendidikan, hingga pembinaan generasi muda. Kiprahnya dianggap memberi kontribusi besar dalam menjaga harmoni dan ketenteraman di Kota Minyak.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” harap Arif.
Editor: Aspian Nur