Kunjungan tersebut untuk meninjau secara langsung pelayanan keimigrasian seperti pembuatan paspor dan lain-lain.
"Kami cukup puas pada pelayanan Imigrasi Balikpapan. Dari sisi pelayanan publik, tata laksana, semua telah terpenuhi secara lengkap dan bagus," kata Heru.
Ia kemudian mengharapkan adanya peningkatan pengawasan yang lebih memadai. Sehingga Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan kembali meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) "Semoga juga naik kelas menjadi Imigrasi Kelas I Khusus," harapnya.
Heru mengapresiasi upaya Imigrasi Balikpapan untuk mempertahankan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), terlihat dari pelayanan dan transaksi yang bersifat cashless atau nontunai.
"Tidak ada lagi transaksi secara langsung, bahkan semua ruangan juga transparan. Jadi langsung termonitor. Jadi saya nilai sudah layak kelasnya meningkat menjadi Imigrasi Kelas I Khusus," ujar Heru lagi.
Selain itu, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan juga memiliki program khusus untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 tahun. Program tersebut berupa pelayanan pembuatan paspor gratis.
"Paspor gratis tersebut khusus untuk tiga orang yang lahir pada 16, 17, dan 18 Agustus," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Timur, Syahrioma Delavino, berharap kunjungan ini dapat meningkatkan pemahaman jajaran terhadap tugas dan fungsi keimigrasian.
"Saya harap apa yang telah disampaikan harus diimplementasikan dalam tugas kedinasan untuk mewujudkan imigrasi yang profesional," tegasnya.
Turut mendampingi dalam kunjungan Kepala Kantor Imigrasi Balikpapan Buono Adi Sucipto, dan Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas Kantor Imigrasi Balikpapan Doni Purwoko Hadi Sandra Dewa.
Editor: Aspian Nur