Export Center Balikpapan diresmikan bersamaan dengan Export Center Batam sebagai bagian dari program nasional UMKM Bisa Ekspor yang bertujuan memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar internasional.
“Kehadiran Export Center ini adalah langkah strategis untuk mendorong produk unggulan Kalimantan Timur agar mampu bersaing di pasar global,” ujar Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso dalam sambutannya.
Lanjutnya, fasilitas ini akan menjadi pusat layanan pembinaan ekspor bagi UMKM, mencakup kurasi produk, peningkatan kualitas kemasan, strategi pemasaran, hingga fasilitasi kemitraan bisnis dengan pembeli luar negeri (business matching).
Sepanjang Januari hingga Juni 2025, program ini telah membantu lebih dari 800 UMKM, dengan total transaksi ekspor senilai USD 90,04 juta atau sekitar Rp1,4 triliun. Sebagian besar pelaku usaha tersebut belum pernah melakukan ekspor sebelumnya.
“Dengan dukungan perwakilan perdagangan kita di 33 negara, peluang UMKM untuk Go Global semakin terbuka lebar,” tambahnya.
Export Center Balikpapan juga akan didukung oleh penyuluh ekspor yang ditugaskan untuk memberikan pendampingan langsung ke daerah.
Selain itu, Kementerian Perdagangan turut menggalakkan program Gerakan Kamis Pakai Lokal (Gaspol) sebagai strategi untuk memperkuat penyerapan produk UMKM di pasar domestik.
“Pasar kita besar. Tapi UMKM harus siap, produk harus berkualitas dan berdaya saing agar tidak kalah dengan produk luar,” pungkasnya.
Editor: Erwin