Kegiatan ini berlangsung mulai 23 hingga 26 Juli 2025, menghadirkan puluhan peserta dari seluruh Indonesia di Kalimantan Timur (Kaltim)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati menegaskan bahwa kepercayaan ini mencerminkan komitmen Balikpapan dalam mendukung percepatan transformasi layanan kesehatan primer di tingkat nasional.
“Kami sangat bangga karena Balikpapan kembali terpilih sebagai lokasi pelaksanaan Semiloka Apkesmi. Ini adalah peluang strategis untuk memperkuat peran Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Tema utama Apkesmi V tahun ini adalah “Penguatan Peran Serta Puskesmas dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer dan Program Quick Win guna Meningkatkan Akses dan Mutu Kesehatan Masyarakat.”
Tema ini sejalan dengan visi pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada percepatan layanan kesehatan gratis dan berkualitas.
Menurut Alwiati, kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapat akses layanan kesehatan yang mudah dan dapat segera menindaklanjuti masalah kesehatan secara cepat dan tepat.
Selain itu, Apkesmi juga mendorong program Quick Wins yang menargetkan pengurangan dan eliminasi kasus tuberkulosis (TBC) serta penguatan layanan primer yang terintegrasi secara menyeluruh.
Ketua Panitia Lokal Apkesmi V, drg Farida, menambahkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan melebihi target yang dipasang panitia.
“Kami awalnya menargetkan 500 peserta, namun kini sudah mencapai 525 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, perwakilan Puskesmas hadir di Balikpapan,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa Apkesmi lahir dari kebutuhan untuk menyatukan keberagaman karakter Puskesmas di Indonesia dan mempercepat transformasi layanan kesehatan primer secara nasional.
“Sejak berdiri pada 2021, Apkesmi berkomitmen menjadi wadah akselerasi Puskesmas Indonesia, serta solusi bagi tantangan pelayanan kesehatan di lapangan,” katanya.
Selain diskusi dan workshop peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, rangkaian acara juga menghadirkan kegiatan menarik seperti senam bersama dan fun run di Taman Bekapai.
Uniknya, fun run kali ini menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pengukuran Kebugaran (SIPGAR) untuk pengalaman yang lebih interaktif bagi peserta.
Pemilihan Balikpapan sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Selain kesiapan fasilitas, Balikpapan dikenal sebagai kota yang ramah, bersih, dan strategis. Lokasinya yang dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi nilai tambah tersendiri.
“Balikpapan adalah kota kecil yang lengkap, bersih, dan ramah, serta menjadi pintu gerbang ke IKN. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama bagi peserta dari seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Editor: Erwin