Program ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 73 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan bertujuan membangun sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu serta masyarakat.
Peluncuran dilakukan oleh Asisten III Setda Kota Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty, didampingi Ketua TP PKK dan Bunda PAUD Kota Balikpapan Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, serta Kepala Dinas Kesehatan Alwiati. Sejumlah tokoh perempuan, dokter anak, kader posyandu, ibu hamil dan anak turut menghadiri acara tersebut.
“Penanganan stunting menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Balikpapan. Program ini menyentuh langsung masyarakat,” ujar dr Andi Sri Juliarty dalam sambutannya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Balikpapan menggelar sejumlah layanan langsung seperti pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemberian vitamin bagi anak-anak, senam kesehatan, serta deklarasi komitmen bersama untuk memerangi stunting.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan, prevalensi stunting di Balikpapan per Oktober 2024 mencapai 14,68 persen naik dari 13,8 persen pada bulan sebelumnya. Meskipun demikian, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata provinsi dan sejalan dengan angka nasional.
Sebanyak 17 titik lokasi penanganan telah ditetapkan sebagai sasaran Gempur Stunting. Intervensi meliputi edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada remaja putri sebagai upaya pencegahan dini.
Tiga langkah konkret yang menjadi inti program ini adalah, pertama, penandatanganan MoU antara TP PKK dan Dinas Kesehatan. Kedua, penunjukan ketua RT sebagai Orangtua Asuh Balita Stunting dan ketiga, pemberian paket sembako bagi ibu hamil dan balita selama masa krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Kita ingin Gempur Stunting menjadi budaya baru, budaya peduli tumbuh kembang anak. Ini bukan seremoni, tapi komitmen jangka panjang,” pungkasnya.
Pemkot berharap dengan dukungan semua pihak, Balikpapan dapat mempercepat penurunan angka stunting dan mencetak generasi yang sehat, cerdas, serta berdaya saing tinggi di masa depan.
Editor: Erwin