Antrean pengisian Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pun mengular sejak awal pekan ini. Andre, pengemudi ojol mengaku terpaksa menonaktifkan aplikasi pemesanan karena kehabisan bahan bakar. Ditemui Korankaltim.com di Jalan Marsma R. Iswahyudi, Senin (19/5/2025) siang tadi, pria berusi 32 tahun itu tengah beristirahat karena motornya hanya tersisa satu bar bensin. “Saya biasanya bisa selesaikan lebih dari 10 orderan sampai siang. Tapi hari ini baru lima, karena antrean panjang di SPBU dan belum bisa isi bensin,” sebut Andre.
Andre bukan satu-satunya yang terdampak. Sejumlah rekannya juga mengalami kesulitan serupa, bahkan ada yang kehabisan bensin saat mengantar pesanan di kawasan MT Haryono. Karena itu Andre membawa botol bekas air mineral berisi BBM yang diisi untuk membantu rekannya.
Andre biasa mengisi di SPBU Gunung Guntur, namun antrean yang tak kunjung surut membuatnya urung mengisi bahan bakar. Upaya mencari bensin eceran pun nihil.
Menurut informasi yang diterima dari petugas SPBU, keterlambatan distribusi BBM dari Samarinda menjadi penyebab utama padahal Balikpapan sendiri merupakan kota dengan kilang minyak terbesar di Kalimantan Timur. “Ini agak ironis. Kota ada kilang, tapi pengiriman terganggu. Kami yang kerja di lapangan jadi korban pertama,” ucapnya.
Jika dalam waktu tiga jam ia masih belum mendapatkan bahan bakar, Andre memilih menghentikan pekerjaannya hari ini. “Tidak ada bensin jadi tidak bisa kerja. Motor itu modal utama kami,” tutup Andre.
Editor: Aspian Nur