Upacara peringatan dihadiri ribuan peserta. Ia meminta agar pemerintah daerah harus terus beradaptasi dengan kemajuan zaman. Daerah memerlukan para pemimpin yang inovatif dan kolaboratif untuk mendorong kemajuan daerah. “Tak kalah penting, membangun pemerintahan yang bersih dan melayani," pesan mantan Wali Kota Bogor itu.
Di sisi lain, pemerintah pusat perlu terus melakukan evaluasi untuk sinkronisasi, akselerasi dan sinergi.
"Jadi evaluasi itu di dua sisi karena kita melihat sekarang irama yang dibangun oleh Presiden Prabowo adalah gaspol selaras dengan Pak Gubernur Kaltim,” puji Bima Arya.
Peringatan Hari Otda dengan tema Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045 dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud (Harum), Wakil Gubernur Seno Aji, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik, Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni, gubernur dan bupati/wali kota se-Indonesia.
Dalam upacara tersebut diberikan piagam penghargaan Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Dua kota di Kalimantan Timur yaitu Balikpapan dan Samarinda meraih penghargaan dengan status kinerja tinggi.
“Otonomi daerah adalah untuk kesejahteraan dan pemerataan. Kalau kita pelajari angka-angka data dan fakta, kita boleh optimis dan bangga banyak daerah dengan angka-angka yang impresif dan inspiratif," kata Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat menyampaikan sambutan.
"Kapasitas fiskal membuat kepemimpinan yang hebat. Tapi tidak sedikit angka yang menunjukkan bahwa masih banyak daerah yang APBD-nya jauh dari kuat dan alokasi APBD-nya belum sepenuhnya berpihak pada rakyat,” tambahnya.
Di momen yang sama, Gubernur Harum sangat berharap ke depan pemerintah pusat bisa memberikan otonomi yang lebih luas kepada daerah-daerah di Indonesia, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam dalam upaya peningkatan pendapatan daerah.
"Mudah-mudahan sinergi pusat, provinsi dan kabupaten kota ini menjadi penyeimbang pemerataan pembangunan yang adil dan merata," timpal Gubernur Harum. (*)