Bima Arya didampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas'ud dan wakilnya Seno Aji serta Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud.
Bima Arya menekankan pentingnya dua hal utama dalam pelaksanaan program MBG, yaitu aspek higienitas dan kandungan gizi makanan yang disajikan. “Yang paling utama adalah pastikan higienis dan nutrisi. Semua harus higienis. Ini mencakup waktu penyajian dan cara pengolahan makanan yang benar. Kemudian, kandungan gizi juga harus terjaga, jangan sampai salah dalam dua hal ini, karena itu akan mempengaruhi target MBG,” kata Bima.
Program MBG disebutnya harus memberikan dampak ekonomi positif bagi lingkungan sekitar.
“Suplier makanan seperti pengusaha katering, sebaiknya berasal dari daerah setempat. Dengan begitu, selain mendukung kesehatan anak-anak, program ini juga turut memberi manfaat bagi perekonomian daerah,” tambahnya.
Bima mengingatkan pentingnya pengelolaan program MBG secara profesional dan transparan. Ia menekankan perlunya evaluasi berkala untuk memastikan kesesuaian antara pelaksanaan program dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
“Kepala daerah harus turun langsung, mendengarkan masukan dari masyarakat, dan menindaklanjuti apabila ada penyimpangan. Proses evaluasi harus dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan keberhasilan program ini,” tegasnya.
Bima Arya juga mengapresiasi pelaksanaan program MBG di daerah-daerah yang telah berjalan dengan baik dan menyarankan agar daerah-daerah lain menjadikan mereka sebagai contoh.
“Setiap provinsi selalu memiliki percontohan yang baik dalam pelaksanaan MBG, dan kita perlu belajar dari mereka,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur