Itu setelah Pemerintah Kota Balikpapan resmi menggratiskan biaya masuk dan SPP untuk siswa baru disejumlah sekolah swasta mulai tahun ini.
Langkah ini menjadi angin segar di tengah sulitnya persaingan masuk sekolah negeri dan mahalnya biaya pendidikan di sekolah swasta. "Ini bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Tak ada lagi alasan anak tidak bisa sekolah hanya karena keterbatasan biaya," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Ganung Pratikno kepada Korankaltim.com Kamis (24/4).
Setidaknya ada 13 sekolah swasta yang siap menerima siswa tanpa pungutan biaya. Pemerintah akan menanggung penuh biaya uang pangkal dan SPP, memastikan akses pendidikan tetap terbuka lebar bagi semua kalangan.
Tak hanya itu, mekanisme penerimaan siswa baru juga mengalami sejumlah perubahan. Kini istilah “zonasi” diganti menjadi “rayonisasi” yang lebih menyesuaikan dengan domisili siswa. Sementara kuota jalur prestasi juga ditingkatkan hingga 25 persen dari total penerimaan siswa, memberi peluang lebih besar bagi anak-anak berprestasi.
Pemerintah juga menyiapkan sistem Ujian Sekolah Berstandar Kota (USBK), yang menjadi satu diantara alat seleksi objektif berbasis komputer.
USBK akan digabungkan dengan nilai rapor dengan rasio 60:40. Siswa dengan nilai tertinggi akan memperoleh penghargaan Gold, Silver, hingga berkompetisi ke tahap lanjutan.
Kebijakan ini mulai diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang dan diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk mengatasi keterbatasan kuota di sekolah negeri tanpa mengorbankan kualitas pendidikan. "Yang berprestasi harus diapresiasi. Ini bukan hanya soal nilai, tapi juga bentuk penghargaan agar mereka makin semangat," tutup Ganung.
Editor: Aspian Nur