Anggota DPRD Balikpapan Dukung Pesantren Kilat untuk Pelajar Selama Ramadan
2 menit baca117 kali dibaca

Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Iim menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan pesantren kilat bagi pelajar selama bulan Ramadan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat diaktifkan kembali, mengingat bulan Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah serta mempererat silaturahmi antara keluarga dan masyarakat.
Iim juga menyarankan agar pembelajaran selama bulan Ramadan difokuskan pada tema-tema yang relevan dengan Ramadan dan memberikan apresiasi terhadap langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan yang mengurangi jam sekolah, sehingga waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih bernuansa Ramadan.
“Dengan berkurangnya jam belajar, kami berharap anak-anak bisa lebih fokus pada kegiatan yang bermanfaat, seperti mengikuti pesantren kilat atau kegiatan keagamaan lainnya,” ujarnya, Kamis (27/2/2025).
Iim juga mengajak orang tua untuk mendorong anak-anak mereka, terutama yang masih di tingkat TK hingga SMA, untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan di Masjid.
Ia mencontohkan, seperti halnya anak-anak TK bisa diajak untuk mengikuti kegiatan tarawih yang dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan mereka pada suasana Ramadan.
Selain itu, Iim mendorong agar seluruh pihak, baik orang tua, guru, maupun masyarakat, dapat bekerjasama memanfaatkan waktu Ramadan dengan sebaik-baiknya.
“Ramadan adalah momentum yang baik untuk memperdalam ilmu agama dan memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an,” katanya.
Iim juga menekankan pentingnya keberadaan pesantren kilat, meskipun tidak semua anak dapat menempuh pendidikan formal di pesantren.
“Setidaknya, mereka bisa menjadi alumni pesantren kilat yang memberikan pengalaman keagamaan yang berarti,” tambahnya.
Menurut Iim, kegiatan-kegiatan tersebut bukan hanya berfokus pada pendidikan agama, tetapi juga diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perkembangan karakter dan moral para pelajar.
Ia berharap, setelah Ramadan, para peserta dapat menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam aspek spiritual maupun sosial.
Dengan adanya kegiatan pesantren kilat, Iim optimis bahwa generasi muda Indonesia akan semakin kuat dalam menghadapi tantangan zaman dan menjadi bagian dari masyarakat yang lebih berkualitas.
“Semoga setelah Ramadan, kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik, dengan meningkatkan ekonomi dan memperkuat persatuan bangsa,” pungkasnya.
Editor: Erwin










