Ketiga ormas yang terlibat dalam aksi ini adalah Gepak Kuning, LPADKT, dan Baladika. Aksi tersebut bertujuan untuk menyuarakan penolakan terhadap keberadaan organisasi baru, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB).
Kabag Ops Polresta Balikpapan, Kompol Dede Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya menurunkan 150 personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa tersebut.
“Kami, Polresta Balikpapan, melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa secara resmi dengan menurunkan sekitar 150 personel, baik dari Samapta, Satlantas maupun jajaran Polsek,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Satlantas Polresta Balikpapan juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup jalan menuju Kantor DPRD Balikpapan dan mengalihkan arus kendaraan menuju taman Bekapai. Sementara itu, arah ke Lapangan Merdeka dialihkan menuju Plaza Balikpapan.
“Kami mengantisipasi dengan rekayasa lalu lintas agar orasi yang disampaikan dapat berjalan dengan baik. Itu langkah-langkah yang kami lakukan,” ungkapnya.
Dede juga mengapresiasi ketertiban massa yang hadir sejak pukul 11.00 WITA. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut berlangsung damai tanpa adanya tindakan anarkis.
“Alhamdulillah, rekan-rekan bisa lihat sendiri. Massa yang hadir untuk unjuk rasa semuanya tertib sesuai arahan petugas,” tutupnya.
Editor: Erwin